Periode Januari – Juni 2023, Ekspor Sumut Merosot Hingga 18,54 persen

Periode Januari – Juni 2023, Ekspor Sumut Merosot Hingga 18,54 persen
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Nurul Hasanudin menyampaikan melalui live streaming, Rabu (2/8/2023), bahwa ekspor Sumut pada Semester I 2023 (Januari-Juni) mengalami kemerosotan.

Sambungnya dia, bahwa ekspor Sumut merosot hingga 18,54% menjadi US$ 5,078 miliar dibanding dari Januari-Juni 2022 senilai US$ 6,234 miliar. Hal ini terlihat atas permintaan produk asal Sumut dari buyer (pembeli) asal luar negeri terus mengalami penurunan.

Merosotnya kinerja ekspor tersebut utamanya dipicu oleh masih ‘melempem’nya sektor industri yang anjlok hingga 19,03% dari US$ 5,910 miliar pada Semester I 2022 menjadi US$ 4,785 miliar untuk tahun ini. Tentunya bahwa penurunan sektor industri memang sangat berpengaruh terhadap kinerja ekspor Sumut secara keseluruhan. Karena sektor industri berkontribusi hingga 94,25% terhadap total ekspor itu.

Lanjut Nurul Hasanudin, disisi lain juga yakni ekspor sektor pertanian turun 9,75% dari US$ 324,181 juta di Januari-Juni 2022 menjadi US$ 292,562 juta pada periode yang sama tahun 2023 ini.

“Meski porsinya hanya 5,76 pesen terhadap total ekspor Sumut, akan tetapi penurunannya memberikan dampak besar pada kinerja ekspor Sumut,” sebutnya.

Selain sektor industri juga pertanian, sektor pertambangan dan penggalian juga turun 28,71% dari US$ 273.000 menjadi US$ 195.000 pada Januari-Juni 2023.

Ekspor golongan barang utama Sumut periode Januari-Juni 2023 yang mengalami penurunan yakni lemak dan minyak hewan/nabati sebesar 9,58% dari US$ 2,386 miliar menjadi US$ 2,157 miliar. Disusul produk kimia turun 35,64% menjadi US$ 962,552 juta dari tahun lalu sebesar US$ 619,525 juta, Karet dan barang dari karet jeblok 40,55% dari US$ 662,492 juta menjadi US$ 393,818 juta serta bahan kimia organik turun 48,98% dari US$ 465,588 juta menjadi US$ 237,551 juta.

“Golongan barang yang turun lagi yakni kopi, teh dan rempah-rempah turun 8,22% dari US$ 225,828 juta menjadi US$ 207,270 juta dan kayu, barang dari kayu turun 16,97% menjadi US$ 128,928 juta dari tahun lalu sebesar US$ 107,049 juta,” beber Hasan lagi.

Dijelaskan Hasan, bukan hanya sektor industri dan pertanian, sektor pertambangan juga penggalian turun 28,71% dari US$ 273.000 menjadi US$ 195.000 pada Januari-Juni 2023.

Tercatat, ekspor golongan barang utama Sumut pada Januari-Juni 2023 yang mengalami penurunan yakni lemak dan minyak hewan/nabati sebesar 9,58% dari US$ 2,386 miliar menjadi US$ 2,157 miliar. Kemudian berbagai produk kimia turun 35,64% menjadi US$ 962,552 juta dari tahun lalu sebesar US$ 619,525 juta. Kemudian karet dan barang dari karet jeblok 40,55% dari US$ 662,492 juta menjadi US$ 393,818 juta dan bahan kimia organik turun 48,98% dari US$ 465,588 juta menjadi US$ 237,551 juta.

“Golongan barang yang turun lagi yakni kopi, teh dan rempah-rempah turun 8,22% dari US$ 225,828 juta menjadi US$ 207,270 juta dan kayu, barang dari kayu turun 16,97% menjadi US$ 128,928 juta dari tahun lalu sebesar US$ 107,049 juta, katanya mengakhiri. (MR/156)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.