Butuh Peningkatan Pembangunan Akses Jalan Usaha Tani, Pemerintah Inhu dengan Poktan  Panen Bersama Padi Sawah 

Butuh Peningkatan Pembangunan Akses Jalan Usaha Tani, Pemerintah Inhu dengan Poktan  Panen Bersama Padi Sawah 
Bagikan

METRORAKYAT.COM, INDRAGIRI HULU – Pemerintah Kabupaten Inhu melakukan kegiatan panen bersama padi sawah dengan kelompok tani ( Poktan ) Tekad Makmur Dua Desa Kuala Mulya Kecamatan Kuala Cenaku Kabupaten Inhu Riau, Sabtu (15/7/2023) menjelang siang.

Kegiatan panen bersama  padi sawah ini merupakan hasil cocok tanam padi benih 42 yang dapat meningkatkan populasi dan produksi dalam rangka mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Inhu.

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua DPRD Inhu, H.Suwardi Ritonga SE, Dandim 0302 Inhu, Dani Prasetyo Wibowo, Kadis Pertanian dan Perikanan Inhu, Dedi Dianto,Kapolres Inhu diwakilkan Kapolsek Kuala Cenaku, Camat Kuala Cenaku.

Selain itu juga hadir, Kepala Desa se Kecamatan Kuala Cenaku, KTNA, Kadis PPTH, Riau, Ketua Poktan Tekad Makmur II Desa Kuala Mulya, Kabid, Kabid TPH Dinas Pertanian dan Perikanan Inhu, PPL Kecamatan Kuala Cenaku, Bulog dan BPJS serta para staf Dinas Pertanian Inhu.

Ketua Kelompok tani ( Poktan ) Tekad Makmur II Desa Kuala Mulya Kecamatan Kuala Cenaku Inhu, Tumarti ketika di konfermasi Metrorakyat.Com menyatakan, untuk hamparan padi sawah kelompok tani Tekat Makmur II ada sebanyak 29 hektar dan sudah melakukan  tanaman benih 45 hasilnya 3-4 ton perhektar.

Namun panen kali ini sebahagian produksinya menurun akibat padinya di serang penyakit Hawar Daun dan Bakteri ( HDB ) yang mengakibatkan daun padinya mengalami ke kuning kuningan.

“Memang katanya penyakit Hawar Daun dan Bakteri ( HDB )  ini di daerah lain sudah 3 tahun terjadi, kalau disini baru kali ini terjadi,” katanya.

Di hari yang sama,Kepala Desa Kuala Mulya, Suroto mengucapkan selamat datang para pejabat Inhu, dan mengwakili seluruh masyarakat Desa Kuala Mulya terima kasih atas kehadiran dalam kegiatan panen bersama dengan kelompok tani Tekad Makmur II.

Hamparan padi sawah di Desa Kuala dulunya sekitar 1000 ( seribu ) hektar lebih, namun saat ini hamparan padi sawah hanya mencapai 450 hektar saja dengan jumlah 18 kelompok tani dan selebihnya sudah di alih fungsikan menjadi tanaman sawit.

Untuk lokasi kelompok tani Tekad Makmur 2 ini adalah tanam yang kedua, dimanan penanaman pertama produksi gabah cukup memuaskan untuk kebutuhan masyarakat.

Akan tetapi setelah tanaman yang kedua menjadi atensi kita bersama  karena kondisi tanaman padinya menguning tidak mampu untuk berbuah dengan bagus, tentu menjadi atensi kita bersama untuk menyelamatkan ketahanan pangan  di Inhu kedepannya.

Selanjutnya, menjadi atensi kita bersama juga terkait kondisi jalan usaha tani membutuhkan peningkatan pembangunan sekitar 10 kilometer ,ketika musim hujan sulit di lalui dengan kendaraan roda dua untuk mengakut hasil produksi.

“Kekhwatiran masyarakat selama ini ketika musim hujan para petani sangat sulit mengangkut hasil pertanian akibat akses jalan usaha tani tidak bagus,” katanya.

Bupati Inhu Rezita Meylani Yopi SE melalui Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Inhu  Dedi Dianto menyampaikan apresiasi atas semangat masyarakat desa Kuala Mulya  yang terdiri dari beberapa kelompok tani termasuk poktan Tekat Makmur II  dalam bercocok tanam padi sawah yang sudah dilakukan selama ini.

Kali ini panen bersama padi sawah dengan varietas sierang ini diharapkan dapat mendukung upaya pemerintah dalam penanganan inflasi daerah, khususnya terhadap komoditas beras.

” Maka harapan kita khusus masyarakat di wilayah kecamatan Kuala Cenaku  ini tidak lagi mengimpor beras dari luar tapi dengan potensi yang ada ini dan luas lahan yang masih produktif dan mereka akan dapat memenuhi kebutuhan beras dari hasil tanam padi,” katanya.

Selain itu juga diharapkan masyarakat di kecamatan Kuala Cenaku ini khususnya di Desa Kuala Mulya  dapat memaksimal potensi desa yang ada, khususnya di sektor pertanian seperti lahan persawahan, dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan beras.

” Kita harapkan beras yang di produksi paling tidak bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di desa ini. Dalam rangka pengendalian inflasi, ketersediaan konsumsi pangan, kalau bisa dikelola oleh masyarakat desa itu sendiri,”sebutnya.

Karena kita ketahui bersama, pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian menjadikan sektor pertanian sebagai program strategis nasional guna mewujudkan swasembada pangan, hal ini tentunya sejalan dengan program pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu yang menjadikan sektor pertanian sebagai andalan sebagaimana visi Kabupaten Indragiri yaitu merajut keterpaduan untuk masyarakat Indragiri Hulu lebih sejahtera.

Untuk itu, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh petani yang telah memajukan sektor pertanian, mari kita terus tingkatkan, membangun sektor pertanian di bumi Melayu ini agar bertambah maju lagi.

Disamping itu juga dihimbau para petani agar tetap bisa dipertahankan lahan peraswahan  dan diberdayakan secara optimal dengan tidak mengalih fungsikan.

“Terkait keluhan  petani salah satunya   terjadi serangan hama  berdampak terjadi penurunan produksi, ini merupakan perhatian serius oleh Dinas pertanian dimana saat ini  petugas PPL sudah turun melakukan pemeriksaan tanaman padi tersebut,” tutupnya. (MR/Ob)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.