Sapta dan Asta Pesona Harus di Miliki Dalam Menjadikan Danau Toba Sebagai Monaco of Asia

Sapta dan Asta Pesona Harus di Miliki Dalam Menjadikan Danau Toba Sebagai Monaco of Asia
Bagikan

Metrorakyat.com I Medan -Pengamat pariwisata H. Omar, MA mengatakan target pemerintah untuk menjadikan Danau Toba sebagai Monaco of Asia bisa saja tercapai hanya membutuhkan waktu yang lama jika tidak dengan segera membenahi fakto-faktor pendukung lainnya. Bila dibandingkan dengan masyarakat Bali yang sejak awal telah menyadari bahwa mereka menggantungkan hidup dari pendapatan kepariwisataan.

Jadi,biarlah Medan tetap menjadi jadi Medan jangan meniru seperti daerah Jogja dan yang lainnya. Bila berbicara tentang Monaco harus dilihat, apakah dari keindahan alamnya atau dari pendapatan devisanya.

Bila dari keindahan alamnya, Danau Toba tidak kalah dengan Bali, hanya perlu pembenahan infrastruktur dan pelayanan yang maksimal. Pertanyaanya, mampukah Otorita Danau Toba mempersiapkan SDM dan faktor pendukung lainnya ? karena dunia pariwisata tidak bisa terlepas dari  kejujuran, keramahan, keamanan dan kenyamanan (Sapta Pesona)  dan integritas (Asta Pesona)

Yang dimaksud dengan integritas disini adalah melayani para wisatawan dengan hati yang tulus ikhlas. Sinergitas antara para pemangku kepentingan seperti Pemerintah,Swasta,Tokoh Masyarakat dll sangat diperlukan untuk mensosialisikannya ke dalam maupun luar negeri.

Disamping itu, peran raja-raja adat tidak bisa dikesampingkan juga karena keikutsertaan  mereka merupakan panutan bagi masyarakat Danau Toba. Tentunya hal ini dapat meningkatkan perekonomian bagi masyarakat diseputaran Danau Toba.

Dalam aspek sosial, suku Batak Toba dapat memperkenalkan wisata budaya seperti tarian tortor, ulos Batak dsb.Untuk wisata kuliner juga tidak kalah menarik untuk dinikmati seperti ayam pinadar,ikan mas arsik,na di ura dan sebagainya.Hebatnya, Suku batak mempunyai budaya yang tinggi serta  adat istiadat tersendiri dan  membuat kekerabatan yang kuat seperti penerapan falsafah hidup turun-temurun “Dalihan Natolu” yang tidak dimiliki suku lain. Peranan Nomensen dalam memperkenalkan adat istiadat dan budaya batak ketingkat dunia juga menjadi menjadi hal yang sangat penting sampai sekarang ini.

Orang-orang yang terlibat dalam OTD wajib menguasai adat istiadat masyarakat Danau Toba alasannya, harus bisa seperti yang dilakukan Nomensen,berbaur dan dapat  mengambil hati masyarakat Batak.

Dalam hal bermasyarakat, pembawa agama Kristen pertama ke Tanah Batak ini selalu bersikap sopan dalam bertata krama contohnya, “Santabi inang, santabi amang,” ujarnya ketika memulai suatu pembicaraan, dan ini merupakan suatu kehormatan, karena pada dasarnya suku Batak Toba mempunyai sifat menghargai serta terbuka bagi semua orang sepanjang mereka bisa bersosialisasi  dan mengerti akan budaya Batak.

Dalam hal promosi di era digital sekarang ini ,peranan sekolah sangat dibutuhkan dan juga keterlibatan seluruh bangso Batak yang ada di seluruh dunia agar tujuan untuk menjadikan Danau Toba sebagai Monaco of Asia bisa tercapai dan sebagai tambahan, keramahan masyarakat Monaco juga harus bisa diimplementasikan pada masyarakat Sumatera Utara khususnya masyarakat yang bermukim di seputaran Danau Toba.(MR2/Red)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.