Astaga!, Proyek PLN Memasukan Jaringan Listrik Ke Pasar II, Diduga Warga Sekitar Proyek Siluman
METRORAKYAT.COM, LABUHANBATU – Terkait ada pekerjaan proyek PLN,(Perusahaan Listrik Negara) yaitu mendirikan tiang listrik yang terbuat dari besi sekitar lebih kurang 100 batang dengan tujuan untuk memasukan jaringan listrik ke lokasi pasar II,(Dua), yang beralamat di Dusun Sukaramai, Desa Sennah, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara yang dikerjakan oleh rekanan PT.PLN diduga warga sekitar proyek siluman.
Pasalnya, dari informasi yang dihimpun dilapangan pihak pelaksana proyek PLN tersebut rekanan PT. PLN yaitu CV Eka Jaya dari kota Medan dan proyek PLN yang dikerjakan ada 3 titik salah satunya lokasi Pasar II, Dusun Sukaramai yang sudah berlangsung beberapa hari terakhir dengan mengabaikan amanah Undang-undang keterbukaan Informasi Publik,(KIP) nomor 14 Tahun 2008 dan Perpres nomor 54 Tahun 2010 dan nomor 70 Tahun 2012 yang dimana mengatur setiap bangunan fisik yang dibiayai oleh Negara wajib memasang papan proyek dengan memuat jenis kegiatan, lokasi, nomor kontrak, waktu pelaksanaan proyek dan nilai kontrak serta jangka waktu atau lama pekerjaan.
Dan menurut cerita yang beredar di masyarakat sekitar, semenjak tiang listrik milik PLN diturunkan dilokasi simpang pasar II pada bulan Februari kemari, masyarakat sudah bertanya-tanya soal anggaran dana yang digunakan proyek PLN tersebut, karna bahwa masuknya jaringan listrik PLN ke lokasi pasar II atas permintaan warga dan saat ini warga sukaramai tidak membutuhkan jaringan listrik ke lokasi pasar II, karna bukan perkampungan warga melainkan lokasi perkebunan warga yang ada dilokasi pasar II tersebut dan rumah karyawan pengusaha kebun kelapa sawit (orang kaya-red) dan juga jalan ke lokasi Pasar II pun masih diportal atau dipalang pengusaha dengan tujuan agar mobil warga tidak bebas masuk ke lokasi pasar II tersebut.
“Proyek masuknya jaringan listrik milik PLN ke pasar II, Dusun Sukaramai ini. Kami warga menduga ini merupakan sebuah proyek siluman,sebab kalau warga bertanya kepada pekerja soal agar anggaran dananya yang digunakan mereka tidak tahu darimana,”sebut salah seorang warga sekitar berinisial HM, Minggu (12/3/2023).
Karna tidak tahu darimana sumber Anggara dana proyek PLN ini dan kalau memang ini proyek negara seharusnya ada plang proyek. ‘Makanya kami warga menduga proyek ini siluman dan ini seharusnya di audit pihak terkaitlah,”ucapnya.
Selanjutnya warga yang ada lahannya dilokasi pasar II tersebut, memang pernah dipanggil rapat ke kantor Desa pada (6/2/2023).
“Lalu setelah turunnya tiang listrik milik PLN dilokasi tersebut tapi kami rapat saat itu membahas status jalan pasar II bukan rapat tentang mau masuk jaringan PLN ke lokasi tersebut dan waktu rapat itu juga tidak dihadirin kepala Desa, membuat rapat saat itu tiga (3) orang anggota BPD, Ketua LKMD dan kepala Dusun dan rapat tentang jaringan tidak pernah ada pada saat itu,”ungkapnya.
Sambung warga yang lain menyebutkan, bahwa warga Sukaramai juga heran melihat kinerja Pihak PLN ini sudah benar- benar tidak ada rumah warga Sukaramai dilokasi pasar II.
“Jalan pun masih di palang tapi tetap juga kami menduga pihak PLN memaksa untuk mendirikan tiang listrik dan memasukan jaringan ke lokasi pasar II dengan mengawal Polisi dari Polsek Bilah Hilir Jumat, (10/3/2023) kemarin,”ujarnya.
Dan juga Jumat,(10/3/2023) kemarin ada warga yang miliki lahan dilokasi pasar II itu, membuat Palang atau portal di jalan depan lahannya dan mengklem jalan didepan lahan tersebut miliknya karna masih sengketa dengan pengusaha,saat itu turun ke lokasi pasar II ketua BPD,Kepala Dusun,Anak Pengusaha dan waktu ditanyakan warga soal Anggara dana yang digunakan proyek PLN mereka juga tidak tahu darimana,maka muncul cerita proyek ini diduga proyek Siluman dan kalau memang ini proyek pengusaha masak Negara memberikan bantuan pada pengusaha,sebutnya.
Pantauan awak media dilapangan, Jumat (10/3/2023) memang betul dilokasi pasar II mulai dekat lingkungan Sekolah SDN 14 Pangkatan, tiang listrik yang terbuat dari besi sudah berdiri dan lebih kurang sudah 100 tiang sampai ke lokasi pengusaha tinggal menunggu memasukan jaringan dan dilokasi Jalan Pasar II portal /palang Jalan masih tetap terpasang.
Mengenai adanya dugaan warga dalam proyek tersebut, awak media ketika melakukan konfirmasi ke Unit PT. PLN UP3 Labuhan Bilik, Kabupaten Labuhanbatu, melalui Manager, Elis Pahala Nainggolan, melalui HP seluler pribadinya hingga beberapa kali dihubungi, namun belum menjawab dan juga melalui pesan WhatsApp juga tidak pernah ada balasan dimulai semenjak proyek PLN tersebut dipertanyakan warga. Sampai berita ini dikirim ke redaksi awak media belum ada juga mendapat jawaban Senin (13/3/2023). (MR/HPS)
