Jukir Tanpa Atribut Masih Marak di Kota Langsa, Dishub Dianggap Impoten

Jukir Tanpa Atribut Masih Marak di Kota Langsa, Dishub Dianggap Impoten
Bagikan

METRORAKYAT.COM, LANGSA ACEH – Juru Parkir (Jukir) yang diduga tak resmi atau liar masih marak di sejumlah wilayah di Kota Langsa. Umumnya jukir ini tidak dilengkapi atribut petugas jukir seperti karcis, pakaian dan kartu petugas parkir serta atribut parkir lainnya.

Jukir ini juga kian meresahkan warga karena mereka menarik retribusi melebihi waktu yang ditentukan sesuai yang termuat di Peraturan Daerah (Perda) yakni pukul 22.00 Wib. Upaya penertiban dari Dishub pun sepertinya belum berdampak pada para jukir ini.

“Ada juga yang masih narik parkir di lokasi parkir mandiri. Padahal seharusnya ini dibebaskan parkir. Kalau mereka (jukir) resmi tentu paham,” keluh Khaidir, warga Kota Langsa, Minggu (5/3/2023).

Selain itu ia menyesalkan para jukir ini tidak memberikan kertas parkir kepada masyarakat yang membayar retribusi. Ironisnya lagi, setiap kali diminta kertas parkir, para jukir ini selalu beralasan kertas habis, kosong, sampai belum dikasih dishub.

“Masak iya tiap hari habis dan kosong. Lagian ketika kita tanya kartu petugas parkir, malah mereka marah,” sesalnya.

Khaidir sendiri tidak mempermasalahkan uang Rp 1.000 sampai Rp 2.000 yang ditarik jukir jika memang betul masuk ke kas daerah. Namun ia menyesalkan jika jukir ini tidak resmi alias ilegal, berapa uang yang hilang setiap hari, dan jelas merugikan daerah.

Pantauan di lapangan, hampir semua ruko ataupun pertokoan yang ramai dikunjungi masyarakat umumnya dijaga oleh jukir. Mulai dari pusat perbelanjaan, klinik, perbankan ataupun lokasi mesin ATM ditunggui jukir. Sebagai ruko misalkan ada tiga jukir yang bergantian menjaga parkir dilokasi tersebut.

Meskipun mengenakan seragam jukir, namun warga yang mendatangi lokasi tersebut tetap keberatan lantaran jukir tersebut menarik parkir tanpa memberikan karcis parkir.

“Masa malam-malam masih ada jukir. Saya malam ke ATM, gak sampai lima menit parkir dimintai uang,” keluh, Yuli warga Paya Bujok.

Dia mengatakan pernah komplain, tapi tak digubris jukir. “Takutnya bukan disetor, tapi masuk kantong sendiri. “Oleh karenanya Dishub Kota Langsa jangan lemah alias Impoten kerja yang becus,” jelasnya.

Sementara, Kadis Perhubungan (Dishub) Kota Langsa Bambang Suriansyah, SE yang hendak dikonfirmasi oleh awak media meminta waktunya, melalui pesan WA selalu memberikan jawaban sedang rapat.(MR/DANTON)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.