BI Sumut : Pertumbuhan Ekonomi Sumut Akan Terus Meningkat 2023.
METRORAKYAT,COM, MEDAN – Dalam Bincang Bincang Media (BBM) pada akhir tahun 2022, Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia (KPw BI) Sumatera Utara (Sumut), Doddy Zulverdi menjelaskan bahwa laju pertumbuhan atau pemulihan ekonomi Sumut diprakirakan akan membaik dan terus berlanjut.
Hal ini tercermin dari adanya beberapa indikator ekonomi terkini setelah longgarnya dampak pandemi Covid-19. “Sehingga aktivitas perdagangan Indonesia dan dunia usaha terus mengalami peningkatan dari indeks penjualan riil. Juga adanya mobilitas yang semakin tinggi jika dilihat dari perkembangan penumpang angkutan udara mengalami peningkatan yang signifikan”, sebut Doddy Zulverdi pada BBM Bulanan yang diikuti awak media dan dilaksanakan secara offline dan online, Selasa (27/12/2022), Medan.
Ia menjelaskan, di sisi lain, masih tingginya ekspektasi inflasi yang berisiko menahan aktivitas konsumsi pada masyarakat. Sehingga kinerja ekspor juga diprakirakan sedikit tertahan seiring dengan termoderasinya harga komoditas utama. “Bank Indonesia (BI) telah mengkonfirmasi adanya penurunan permintaan ekspor maupun domestik jika dibandingkan tahun sebelumnya, sejalan dengan kenaikan biaya bahan baku,” tukasnya.
Sedangkan disisi lain bahwa perkembangan Inflasi di Sumut, lanjut Doddy, dimana inflasi kumulatif di Sumut hingga November 2022 mencapai 4,55% (ytd), lebih rendah dari inflasi nasional juga dari
kawasan Pulau Sumatera tercatat masing-masing sebesar 4,82% (ytd) dan 5,14% (ytd).
Kemudian, tambah Doddy lagi, untuk penyaluran kredit Perbankan pada bulan Nopember 2022 melambat.
“Penyaluran kredit perbankan melambat dari 11,11% (yoy) pada triwulan III 2022 menjadi 6,41% (yoy) bulan November 2022. Perlambatan tersebut berasal dari menurunnya pertumbuhan kredit investasi sejalan pada pola musiman periode pembayaran proyek korporasi oleh principal yang mendorong pelunasan sebagian kredit”, imbuhnya.
Walaupun demikian, kredit modal kerja serta kredit konsumsi masih mencatat peningkatan pertumbuhan pada November 2022. Dari sisi sektoral, sektor utama Sumut antara lain industri, perdagangan,
Pengolahan, dan Konstruksi mengalami perlambatan pertumbuhan kredit, akan tetapi tidak pada kredit Perdagangan yang mencatat kenaikan pertumbuhan,” katanya.
“Adapun pada November 2022, kredit konstruksi dan pertanian tercatat kontraksi. Di sisi lain, NPL sektor utama masih relatif terjaga, kecuali sektor perdagangan dan konstruksi yang telah mencapai lebih dari 5% pada November 2022 yang harus kita waspadai,”sebutnya mengakhiri. (MR/156).
