Balai Latihan Kerja Aceh Timur Diduga Tertutup Gunakan Anggaran Pelatihan dari APBN dan APBA

Balai Latihan Kerja Aceh Timur Diduga Tertutup Gunakan Anggaran Pelatihan dari APBN dan APBA
Bagikan

METRORAKYAT.COM, ACEH TIMUR – Salah satu upaya meningkatkan skill angkatan kerja, akses masyarakat terhadap pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) memang harus diperluas. Sebab peningkatan skill pekerja lulusan SD–SMP, SMA sederajat harus mendapat perhatian serius.

Seperti terlihat oleh media Metrorakyat.com, yang di laksanakan oleh Balai Latihan Kerja (BLK ) Aceh melalui Balai Latihan Kerja Aceh Timur yang di laksanakan di Gampong Lhok Bani Kecamatan Langsa Barat Kota Langsa, Provinsi Aceh Balai Latihan Kerja berupa aset Aceh Timur. Senin (12/9/2022).

Terkait dengan pelatihan yang sudah hampir berjalan satu (1) bulan lebih, awak media mendatangi ke lokasi hendak mengetahui pelatihan apa saja yang di ajarkan oleh Balai Latihan Kerja ( BLK ) Aceh melalui BLK Aceh Timur yang terkesan tertutup dan penggunaan anggarannya juga dinilai tidak transparan.

Atas hal tersebut Metrorakyat.com, mencoba mencari Informasi dan investigasi tentang pelatihan dengan mendatangi ke lokasi Pelatihan dan bertemu dengan Syawal, yang mengaku sebagai Inpesuktur yang terdapat di Balai Latihan Kerja ( BLK ) Aceh Timur selaku penanggung jawab Pelatihan.

Syawal mengatakan, Pelatihan yang di laksanakan merupakan kegiatan Provinsi. Melalu anggaran APBN dan APBA, “Kami hanya pelaksana saja, dan yang di berikan pelatihan pesertanya semua warga Aceh Timur. Dan yang di berikan pelatihan kepada para peserta di antaranya Pelatihan, Komputer, Las, menjahit, Elektronik ( Listrik ) dan Mesin. Sudah berjalan satu bulan lebih dengan waktu pelatihan tiga puluh enam (36) hari,” ujarnya.

Sambungnya, dan bagi peserta pelatihan di berikan snak, nasi makan siang dan di akhir pelatihan di berikan uang traspot yang di hitung perhari Rp.50.000 ribu. Di kalikan berapa hari yang ikut pelatihan.

Namun saat wartawan menanyakan berapa anggaran untuk pelatihan Syawal, tidak mengetahui dan berkilah pelatihan adalah punya Provinsi. “Menyangkut dengan anggaran pelatihan silakan tanya saja dengan kepala dinas Industri A. Rahman,” kata Syawal.

Sementara, Kadis Industri atas nama A. Rahman yang dikonfirmasi melalui telepon membenarkan, bahwa ada pelatihan d Balai Latihan Kerja (BLK) Aceh Timur yang berada di Gampong Lhok Bani Kota Langsa. Sumber anggaran dari APBN dan APBA. Untuk peserta pelatihan diberikan uang traspot Rp.25.000 ribu dan makan siang,” ujarnya.

Namun ketika awak media mempertanyakan berapa besar anggaran untuk pelatihan, Kadis Industri A.Rahman menjawab tidak mengetahui,” katanya.

Keterangan dari Kadis Industri A. Rahman tersebut menimbulkan kecurigaan dan tanda tanya, apa mungkin seorang Kadis Industri tidak mengetahui berapa besar anggaran yang digunakan untuk pelatihan yang bersumber dari APBN dan APBA tersebut.

Di samping itu juga keterangan yang disampaikan oleh Kadis Industri A.Rahman peserta pelatihan diberikan uang traspot Rp.25.000. ribu. Sangat bertolak belakang dengan ucapan Syawal selaku Inpesuktur di Balai Latihan Kerja (BLK) Aceh Timur peserta pelatihan diberikan uang traspot sebesar Rp.50.000 ribu dikalikan ikut pelatihan.

Sehingga kuat dugaan ada permainan antara Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Aceh dengan BLK Aceh Timur. Oleh karena itu sepatutnya penegak hukum untuk menulusuri terkait dengan penggunaan dana pelatihan yang bersumber dari APBN dan APBA. Sehingga tidak terjadi korupsi oleh oknum yang mempunyai kepentingan yang ujungnya merugikan negara dan rakyat.(MR/DANTON)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.