Lapak Kios Buku di Lapangan Merdeka Nyaris Dibongkar, Pedagang Kecewa Pemko Tidak Konsisten

Lapak Kios Buku di Lapangan Merdeka Nyaris Dibongkar, Pedagang Kecewa Pemko Tidak Konsisten
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN -Seratusan pedagang buku Lapangan Merdeka Medan bentrok dengan operator eskapator rekanan revitalisasi Lapangan Merdeka, Selasa (6/9). Pasalnya, kios berlantai 2 tersebut nyaris dibongkar, padahal sebahagian pedagang masih berjualan buku. Sontak pedagang ramai-ramai mendatangi operator tersebut dan berhasil mencegah pembongkaran.

Ketua Pedagang Buku Lapangan Merdeka Max Simangunsong kepada wartawan membenarkan peristiwa tersebut. Para pedagang kecewa terhadap Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Pemko Medan yang membangun revitalisasi Lapangan Merdeka. Karena sesuai perjanjian antara Pemko dan pedagang buku, selesai dulu kios pengganti barulah mereka meninggalkan Lapangan Merdeka.

“Itulah perjanjian yang telah kami sepakati dengan pihak Dinas PKPPR tidak konsisten, perjanjian awal yang sudah kami sepakati, selesai dulu tempat relokasi barulah kami kerja, pemko setuju dengan usulan kami itu, tapi kenapa dilanggar kesepakatan itu?,” ucap Max heran.

Menurut Max, terkait pemindahan kios buku sudah dibicarakan pada bulan Juni lalu sampai terjadi kesepakatan untuk pindah. Pemko melalui Dinas PKPPR sudah melirik lokasi di Jalan Hitam, Kelurahan Perintis Kecamatan Medan Timur tempat kios pengganti di Lapangan Merdeka.

“Kami bukan menolak untuk direlokasi, silahkan saja kami dipindahkan karena revitalisasi adalah program pembangunan Kota Medan yang dicanangkan Wali Kota Bobby Nasution. Kami mendukung program tersebut dan kami siap pindah ke tempat yang sudah ditentukan di Jalan Hitam. Tapi berdasarkana kesepakatan, selesai dulu dibangun baru kami pindah, bangunan belum siap, kok kami dipaksa pindah,” ucapnya.

Pihak Polsek dari Medan Barat turun ke lokasi bersama unsur Kecamatan, lalu unsur Forkopimcam dan pihak Dinas PKPPR menenangkan pedagang. Akhirnya kios buku tidak jadi dibongkar pada hari itu, namun alat berat eskapator masih berada di lokasi kios buku.

Kadis PKPPR Medan Ir Endar Sutan Lubis yang dihubungi wartawan lewat selulernya mengatakan, kejadian tersebut hanya miss komunikasi. Tempat relokasi di Jalan Hitam kata Endar sudah selesai dan sudah bisa dipergunakan pedagang buku untuk berjualan.

“Meski belum 100 persen tapi tinggal memoles-moles, yang penting sudah bisa dipakai. Pemenang tender pelepasan asset di Lapangan Merdeka kan sudah harus bekerja sesuai target. Besok (hari ini) para pedagang buku kami panggil untuk kami beri penjelasan,” kata Endar.

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.