Bupati Samsudin Anggiluli, SE : Calon P3K Guru Harus Betah Menjalankan Tugas di Seluruh Pelosok Sorong Selatan

Bupati Samsudin Anggiluli, SE : Calon P3K Guru Harus Betah Menjalankan Tugas di Seluruh Pelosok Sorong Selatan
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SORONG SELATAN – Bupati Kabupaten Sorong Selatan menyerahkan surat keputusan Bupati tentang pengangkatan calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) guru secara simbolis kepada 3 peserta usai Apel rutin pegawai Senin (05/09/2022).

Bupati Samsudin Anggiluli, SE dalam penyerahan mengungkapkan bahwa kita sama-sama mengikuti proses penyerahan SK bupati kepada 94 Calon P3K guru di lingkungan pemerintah kabupaten Sorong Selatan.

Mereka ini tentunya menjadi ujung tombak untuk pendidikan di kabupaten Sorong Selatan karena Bapak Ibu tanggung jawab yang besar yaitu indeks pembangunan manusia (IPM) di provinsi Papua Barat kita berada di nomor urut 6.

IPM itu di dalamnya pendidikan, kesehatan dan ekonomi sehingga pendidikan itu penting dan kita harus menyiapkan kita punya generasi atau anak-anak untuk menghadapi era globalisasi atau jaman yang perkembangannya sangat cepat sehingga pendidikan dasar ini sebagai pondasinya. Kalau pondasi ini tidak kuat maka dia pasti tidak akan mampu untuk menghadapi eras yang cepat berkembang, karena SD itu bagus maka pasti masuk SMP, SMA dan perguruan tinggi pasti lebih bagus.

“Saya berharap kepada calon P3K di kabupaten Sorong Selatan untuk bagi mana buat anak-anak SD di seluruh pelosok Sorong Selatan ini agar mereka begitu sudah bisa membaca, menulis dan menghitung. Jangan nanti anak anak tidak tau membaca baru orang tua balik kasih salah pak bupati, memangnya pak bupati yang turun langsung mengajar,”tegas Samsudin.

Pendidikan itu menjadi tanggung jawab bapak ibu guru terutama yang ada di wilayah imeko karena wilayah itu menjadi tolak ukur index pembangunan manusia di kabupaten Sorong Selatan.

“Mari kita sama sama evaluasi saya melihat di Sorong Selatan yang memiliki siswa pararel itu di SD Negri 14 yang ada kelas 1A,1B, dan Kelas 1C maka tentunya mereka membutuhkan guru banyak karena saya melihat ada sekolah yang siswanya sedikit sedangkan gurunya banyak. Kita harus evaluasi karena di imeko siswanya banyak sedangkan gurunya tidak ada, kalau seperti ini terus mau sampai kapanpun kita punya IPM tetap seperti itu,”ujar Samsudin.

Samsudin juga berharap agar kepada guru guru yang mengabdi di wilayah imeko untuk tetap mengabdi dan menyiapkan SDM generasi Imeko agar mereka siap menghadapi perkembangan global.

“Kita harus melaksanakan tugas dulu sampai pada waktunya kita evaluasi jangan tugas baru 1 tahun sudah datang buat macam macam alasan untuk pindah akhirnya kita memindahkan dan mengorbankan kepentingan banyak orang terutama generasi Imeko,”tutup Samsudin.(MR/DEWA).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.