Cabai Merah dan Bawang Merah Aman, Bawang Putih Masih Impor dari Singapura, Gubsu Edy Heran, Singapura Tanamnya Dimana?

Cabai Merah dan Bawang Merah Aman, Bawang Putih Masih Impor dari Singapura, Gubsu Edy Heran, Singapura Tanamnya Dimana?
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengajak Kapolda Sumatera Utara, Pangdam I/BB dan Kejatisu mengawasi peredaran Cabai Merah dan Bawang Merah di provinsi Sumatera Utara. Hal ini kata Gubsu untuk melakukan pengawasan dan pencegahan keluarnya cabai merah dan bawang merah ke provinsi lain tanpa kontrol dan pengawasan yang ketat.

Menurut Edy, produksi sejumlah komoditi pertanian seperti cabai merah, bawang merah, beras mencukupi bahkan surplus.

” Saya tidak percaya jika cabai merah dan bawang merah menjadi penyebab inflasi di Sumatera Utara. Ini pasti ulah oknum orang yang membuatnya. Karena tanaman cabai merah dan bawang merah kita surplus dan banyak di berbagai daerah,”terang Edy Rahmayadi pada acara Kick Off Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) yang di prakarsai Bank Sumut (BI) di lokasi klaster Cabai Merah Juli Tani, Desa Sidodadi Ramunia Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang, Rabu ( 31/8).

Diterangkan Gubsu di depan Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting, anggota DPR RI, Sihar Sitorus (PDIPerjuangan), H.Gus Irawan Pasaribu (Partai Gerindra) dan Forkopimda Kabupaten Deliserdang dan Sumut, Sumut berada di posisi Surplus terutama untuk Cabai Merah, Bawang Merah termasuk Beras.

“Dalam waktu 3 bulan kedepan akan ada panen terus sehingga kita yakin komoditi ini aman di Sumut. Ternyata untuk cabai merah tanpa terpantau keluar ke provinsi lain. Jadi ini harus dijaga, jangan sampai petani masuk ke dalam sistem Tengkulak. Makanya kita buat Perda untuk BUMD Pangan, sehingga mereka yang ambil (beli) hasil panen petani.,”katanya.

Masih dijelaskan Gubsu lagi, bahwa kenaikan inflasi saat ini di Sumatera Utara sebesar 5,65 persen per Juli 2022 diduga disebabkan adanya praktek Tengkulak. “Pengepul Tengkulak ini yang bermain di belakang. Sehingga kita (Sumut) kekurangan Komoditi Cabai Merah, Bawang Merah termasuk Beras,. Maka itu saya gandeng Kapoldasu, Pangdam I/BB dan Kejatisu untuk mengawasi itu,”tegasnya.

Gubsu Heran Bawang Putih Sumut Harus Impor dari Singapura

Gubsu Edy Rahmayadi di kegiatan GNPIP Sumut yang digagas BI mengaku Provinsi Sumatera Utara sampai hari ini masih impor bawang putih dari negara tetangga Singapura. Edy mengaku heran melihat fakta itu, sambil bertanya dimana negara Singapura menanam Bawang Putih.

Edy juga mengaku masih meng impor bawang putih dari beberapa negara termasuk negara Singapura yang mencapai Rp 70 miliar dalam memenuhi pasokan di Sumut.

“Lucunya, saya impor bawang putih dari Singapura. Saya tidak tahu bawang putih itu di tanam dimana,”kata Edy.

Di ungkapkan mantan Pangkostrad ini lagi, untuk impor bawang putih semula Rp 32 miliar dan menanjak sampai Rp 70 miliar untuk memenuhi kebutuhan di 33 Kabupaten dan kota di Sumatera Utara.

Dari data yang di tampilkan, dipaparkan di depan masyarkat dan pejabat dari DPR RI termasuk seluruh Forkopimda Sumut, untuk komoditi Bawang Putih hampir tidak mencukupi untuk pasokan lokal di beberapa daerah kecuali Kabupaten Humbahas.

” Bawang putih lihat disini semua blank kecuali di Kabupaten Humabas itu juga milik perorangan,”kata Gubsu.

Edy menjelaskan lagi, impor bawang putih terjadi lantaran implementasi food estate masih tersendat. Hanya saja penjelasan yang diberikan Edy tidak begitu terinci.

“Untuk itu nanti saya akan bicarakan hal ini kepada para bupati yang memiliki tekstur alam baik untuk ditanami komoditi Bawang Putih,”tandas nya. (MR/red)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.