Ratusan Umat Katolik di Paroki St. Martinus Bari Rayakan Misa Kamis Putih
METRORAKYAT.COM, BARI MACANG PACAR – Sekitar ratusan Umat Katolik di Paroki Santu Martinus Bari telah ambil bagian dalam merayakan Tri Hari Suci dengan mengikuti Misa Kamis Putih dipimpin langsung oleh Romo Beni, Pastor Paroki Santu Martinus Bari.
Perayaan Misa Kamis Putih ini dilaksanakan pada pukul 19.00 Wita dan tetap mematuhi protokol kesehatan sesuai dengan anjuran dari gugus Covid-19 pemerintah kabupaten Manggarai Barat dan Keuskupan Ruteng.
Romo Beni yang memimpin perayaan misa Kamis Putih menjelaskan bahwa menyambut hari raya Paskah, umat Katolik menjalani Tri Doom atau tiga hari Suci.
“Hari ini untuk memulai Tri Hari Suci, atau Tridoom persiapan Paskah atau dikenal dengan Perayaan perjamuan malam terakhir. Kamis putih, semua putih, melambangkan kesucian kasih,” ujar Romo Beni
Lanjutnya, secara istimewa, umat Katolik akan mengenang beberapa hal penting, pertama tentang pertama kali Sakramen Ekaristi itu di tetapkan Yesus.
“Yesus menetapkan sakramen Ekaristi pada malam perjamuan terakhirnya bersama para murid, dimana dia memberi dirinya, tubuhnya dan raganya dalam rupa roti dan anggur, kemudian Yesus serahkan kepada murid muridnya. Lakukan Ini sebagai kenangan akan Daku,” ungkap Romo Beni
Ia juga mengatakan, dalam perjamuan malam terakhir, Yesus menahbiskan murid muridnya yang akan meneruskan apa yang diajarkan Yesus.
Hal penting kedua menurut Pastor paroki St. Mertinus Baru itu, yakni penetapan sakramen Imamat yang diserahkan Yesus kepada para Rasul, kemudian diteruskan kepada Paus, Uskup, termasuk kepada para Imam.
“Ekaristi dan Imamat. Tanpa imam maka sakramen Ekaristi tidak bisa dilakukan.Hargai Ekaristi, hargai pula imamat,” ungkap Romo Beni.
Ia menegaskan, sebagai orang Katholik, setelah perayaan Kamis Putih ini, umat Katholik dapat menjadi orang yang sangat menghormati Ekaristi.
“Kita membutuhkan Tuhan untuk kekuatan batin untuk hidup kekal. Kedua, sebagai orang Katholik, kita selalu bersedia melayani tanpa pamrih, menunjukan teladan saling melayani satu kepada yang lain,” tutup Romo Beni. (MR/Eras Tengajo)
