Tak Sanggup Bertahan Lantaran Dagangan Sepi, Pedagang Weleri Pindah Lapak

Tak Sanggup Bertahan Lantaran Dagangan Sepi, Pedagang Weleri Pindah Lapak
Bagikan

METRORAKYAT.COM, KENDAL— Tak sanggup bertahan lantaran sepi pembeli, pedangan pasar Weleri Asli Kendal ingin pindah lapak dan kembali berjualan di tempat semula atau di area sekitar pasar induk Weleri meskipun tak diberi ijin oleh pihak Pemerintah Kabupaten Kendal, Jawa Tengah.

Sebelumnya, telah terjadi kebakaran di pasar induk Weleri pada tahun 2020 lalu, kemudian Pemkab Kendal membuatkan tempat atau pasar sementara bagi para pedangan pasar Weleri di Terminal Bahurekso Kendal agar bisa berjualan kembali sembari menunggu pasar induk Weleri dibangun kembali.

Hal itu diungkapkan oleh para pedagang pasar Weleri yang tergabung dalam Aliansi Pedangan Pasar Weleri Asli Kendal, saat membersihkan tempat atau lapak di pasar induk Weleri yang nantinya rencana akan dijadikan tempat berjualan, Kamis (31/3/2022).

Ketua Aliansi Pedagang Pasar Weleri Asli Kendal, Ahmad Zamzuri mengatakan, saat ini pedagang yang masih bertahan di pasar relokasi Weleri itu sekitar 60-70 pedagang, namun sebagian dari para pedagang weleri asli Kendal saat ini itu berupaya bagaimana caranya bisa berjualan di lokasi lama mereka, pasalnya momentum Ramadhan adalah masa puncak dalam mencari rejeki.

“Saat ini para pedangan yang ingin pindah di pasar induk Weleri sudah mulai melakukan bersih-bersih pasar dengan harapan tuntutan mereka dikabulkan. Suratpun sudah dilayangkan ke Bupati dan juga sudah beraudiensi dengan DPRD Kabupaten Kendal,” paparnya.

“Oleh sebab itulah yang menjadikan para pedangan Weleri enggan menempati atau bertahan di lapak yang sudah disediakan oleh Pemkab Kendal tersebut. Kami para pedagang pasar Weleri asli Kendal hanya minta ke Pemkab Kedal untuk memberikan ijin kepada para pedagang untuk pindah lapak di pasar induk Weleri,eskipun tempatnya masih berantakan kami rasa di pasar induk weleri ini marketnya lebih besar. Kami juga siap membuat kesepakatan jika nanti pasar induk Weleri sudah mulai akan dibangun kami siap dipindahkan kembali ke tempat lain,” lanjutnya.

Menurut Zamzuri, ketika pihaknya di minta untuk bertahan berjualan di pasar relokasi itu maka akan semakin terpuruk, karena di pasar relokasi itu sepi akan pembeli. “Buat mengembalikan modal dagangan aja ngak cukup bagaimana kami bisa bertahan di situ,” ujarnya.

Ia menegaskan, pasar relokasi tersebut tidak akan bisa bertahan lama, karena dirinya melihat sejak awal ditempati sampai saat ini pasar relokasi itu masih sepi. Awal pertama dari 1.300 pedagang ada sekitar 300 pedagang yang masih mau bertahan berjualan di pasar relokasi itu, namun lambat bulan satu persatu pedagang mulai berhenti dan keluar dan memilih berjualan dirumah atau pindah lapak di tempat lain. Pihaknya, lanjut dia, hanya ingin keluar dari tempat pasar relokasi itu dan mencari tempat yang lebih layak atau lebih ramai marketnya.

“Kami anggap di pasar induk Weleri ini lebih besar marketnya dan lebih layak daripada di pasar reloaksi itu. Ini murni permintaan kami dari para pedagang pasar Weleri yang asli dari Kendal yang memang benar- benar terdampak dari kejadian kebakaran di pasar induk Weleri tersebut dan hal ini sudah berulang- ulang kali kami sampaikan kepada pihal- pihal terkait, namun sampai saat ini belum ada keputusan dari permintaan kami itu,” jelasnya.

Ia mengaku kenapa alasan para pedagang memilih tempat di pasar induk Weleri yang terbakar itu, karena di pasar induk Weleri tersebut pihaknya ketika diijinkan pindah di tempat itu tidak perlu mengeluarkan biaya lagi untuk perbaikan tempat jualan dan lain lain.

“Karena tadi pasar induk Weleri sudah disegel oleh petugas, maka kami tidak akan berontak, melawan atau memaksa berjualan di dalam pasar induk Weleri. Namun kami rencananya akan tetap pindah berjualan di luar pagar pasar induk Weleri,” terangnya.

Salah seorang pedagang ikan asin di pasar relokasi Weleri, Musyarofah mengaku bahwa selama tiga bulan berjualan di pasar relokasi belum mendapatkan laba, bahkan uang modalnyapun terus berkurang.

“Saya awalnya mendapatkan modal Rp.1Juta namun lama kelamaan habis karena sepi pembeli, sementara ikan asin membusuk. Saya bersama pedagang lain sangat berharap agar bisa berjualan di Pasar Kobong dan dengan kesadaran sama-sama membersihkan lokasi pasar,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Kendal Ferinando RAD Bonay menjelaskan keputusan pengosongan dan larangan berdagang di Pasar yang setahun lalu terbakar tersebut adalah Keputusan Pemkab Kendal.

Awal bulan rencananya bangunan eks pasar Weleri yang terbakar akan di ratakan. “Ini sudah menjadi keputusan final dan pada awal bulan April ini akan dibongkar dan di ratakan,”ujar Ferinando.

Untuk bisa meramaikan pasat beberapa acara akan digelar diantaranya penyelenggaraan penerimaan BLT dari Polres Kendal dan juga beberapa kaki pasar murah.

Sedangkan Kepa Satpol PP dan Damkar Kendal, Subarso menjelaskan jika warga yang melanggar terhadap keputusan yang sudah dibuat maka pihaknya akan mengambil tindakan.

“Demi kebaikan bersama pasar yang terbakar kami tutup agar tidak menimbulkan kecelakaan, karena kayu dan juga bangunan sudah mulai rapuh,” pungkas Subarso saat menanggapi masalah terkait Aliansi Para Pedagang Weleri Kendal Asli yang ingin pindah lapak dari pasar relokasi Weleri menuju pasar induk Weleri.(MR//Siva zou)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.