Lapas Terbuka Kendal IIB Panin Brambang, Ini Langkah Rusdedy Untuk Warga Binaan
METRORAKYAT.COM, KENDAL — Lapas Terbuka Kendal IIB Kendal panen hasil tananam Brambang Dengan berat 3,5 ton nantinya hasil panen ini sebagian akan dijual. Dan sebagiannya lagi akan dijadikan bibit untuk penanaman selanjutnya.
“Kedepan lahan milik Lapas IIB Kendal di samping kandang ayam akan ditanami bawang merah,” hal itu diungkapkan Kalapas Kendal Rusdedy Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas IIB Kendal usai menggelar In House Training Back to Basic Pelaksanaan Tugas Pengamanan Menjelang Bulan Ramadhan, di Aula Lapas Terbuka Kendal,Jawa Tengah, Rabu (30/3/2022).
kegiatan ini merupakan implementasi dari corporate university yang bertujuan memberikan pembekalan kepada petugas lapas sebagai lembaga pembinaan. Hal ini dilaksanakan dipicu karena para petugas lapas banyak yang belum mendapatkan pelatihan.imbuh rusdedy
“Jadi dari 62 petugas kita yang ada disini yang mendapatkan pendidikan kesetaraan baru empat orang kemudian yang mendapatkan pendidikan dasar pemasyarakatan baru dua orang. Ini adalah solusi yang kita ambil supaya petugas mempunyai kemampuan untuk melaksanakan tugasnya,” ujarnya.
Rusdedy menegaskan, pihaknya akan terus memberikan pembinaan dan perhatian kepada para napi agar tetap produktif. Sebelumnya, para napi di lapas tersebut telah berhasil melakukan panen terong, jagung, dan beberapa tanaman lainnya.
“Memang sebagian besar kegiatan warga binaan itu cenderung ke bidang keagamaan. Tapi mereka juga perlu produktif seperti bertani ini,” tandasnya
Sementara, Widodo mendampingi Warga binaan Lapas Kendal selaku ketua Gapoktan di kecamatan Patebon mengatakan, Bawang merah itu ditanam di lahan Lapas Terbuka IIB Kendal dengan luas satu hektare. Dari masa tanam hingga panen, keseluruhan dilakukan oleh warga binaan di lapas tersebut. Para napi juga tampak antusias saat melakukan panen. Mereka tidak menyangka jika jerih payahnya bertani bawang merah, bisa membuahkan hasil yang maksimal.
“Bawang merah ini dipanen pada umur 57 hari. Dari masa tanam hingga panen semuanya dilakukan para napi. Hasil panennya sekitar 3,5 ton,” ujar Widodo, pendamping Gapoktan di Lapas Terbuka IIB Kendal.
Widodo menjelaskan, biaya penanaman bawang merah ini mencapai Rp 27 juta. Pihak gapoktan hanya memberikan arahan terkait tata cara menanam, memberi obat, pupuk, dan merawat tanaman bawang merah. Menurutnya, hasil panen perdana bawang merah oleh warga binaan lapas tersebut terbilang bagus.
“Ini hasil yang bagus. Karena dari bibit satu ton, bisa menghasilkan 3,5 ton di masa panen,” jelasnya.
Sementara itu Kakanwil Kemenkum HAM, Mashudi juga melakukan panen raya bersama kalapas Kendal, kami mengapresiasi mendorong seluruh Kepala Lapas (Kalapas), untuk melaksanakan perintah Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas), yakni langkah progresif dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pengamanan.
“Saya sudah pernah sampaikan, langkah progresif ini harus dilaksanakan, khususnya Kalapas dan Karutan. Saya meminta juga seluruh Kalapas melakukan evaluasi secara langsung terkait pelaksanaan langkah progresif ini,” kata Mashudi.
Dirinya juga berharap, seluruh jajaran pengamanan memiliki kepedulian tugas dan dapat melaksanakan tugas dengan baik, cakap serta patuh dan hormat kepada perintah atasan baik atasan langsung maupun tidak langsung.
“Serta selalu menerapkan prinsip waspada sebagai upaya deteksi dini kerawanan gangguan keamanan dan ketertiban lapas,” tandas Mashudi.(MR//Siva zou)
