BI, Tahun 2022 Perekonomian Sumut Diprediksi Tumbuh Lebih Baik
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Bank Indonesia Wilayah Sumatera Utara (Sumut) bahwa perekonomian (Sumut) tahun 2022 diperkirakan tumbuh lebih baik jika dibanding 2021 yang berada di kisaran 3,7 persen hingga 4,5 % pertumbuhanya.
Pertumbuhan tersebut didorong oleh konsumsi masyarakat sejalan dengan pemulihan ekonomi yang berlanjut pada program PEN seperti KUR 3 persen, insentif bantuan tunai, insentif PPN-DTP serta diskon PPnBM secara bertahap hingga September 2022.
Akan tetapi, perlu diwaspadai pada sejumlah faktor yang dapat menahan pertumbuhan seperti konflik geopolitik internasional karena sikap investor yang wait and see dan cenderung berinvestasi kepada aset safe haven.
Hal ini dibenarkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI Sumut, Doddy Zulverdi pada Bincang-bincang Media (BBM) yang disertai press relisnya, Rabu (30/32022).
Lanjut Doddy Zulverdi, bahwa herd immunity Sumut berdampak pada peningkatan mobilitas yang didorong konsumsi, terkonfirmasi melalui peningkatan indeks penjualan eceran. Dari sisi pendapatan, survei kegiatan dunia usaha pertanian menunjukkan pertumbuhan positif seiring dengan kenaikan harga komoditas.
Namun, hasil survei kegiatan usaha perdagangan juga konstruksi masih menunjukkan pertumbuhan terbatas dan kontraksi, imbuhnya.
Lebih jauh Doddy mengungkapkan, tiga bulan terakhir, inflasi secara tahunan berada dalam tren peningkatan yang cukup besar. Pada Februari 2022 misalkan, inflasi mencapai 2,45 persen (yoy) yang didorong kenaikan harga minyak goreng, rokok kretek filter dan sewa rumah.
“Berdasarkan, pangsanya, inflasi bahan makanan tetap perlu dicermati meskipun sejak pandemi tahun 2020, masih relatif rendah,” tutur Doddy Zulverdi.
Minyak goreng serta daging sapi yang menunjukkan harga lebih cenderung naik dan lebih tinggi dari priode yang sama dalam 3 tahun terakhir. Sedangkan, minyak goreng naik pasca pencabutan harga eceran tertinggi (HET) migor kemasan dan kenaikan HET migor curah, sedangkan tingginya harga daging sapi karena rendahnya pasokan dari Australia.
“Kemudian kenaikan harga cabai merah, beras dan gula pasir juga perlu menjadi perhatian. Adapun daging ayam dan telur ayam ras dalam tren penurunan harga walaupun masih relatif tinggi. Sementara itu, aneka bawang dan cabai rawit masih terpantau stabil,” cetusnya.
Kepala KPw BI lebih lanjut mengatakan, menjelang Ramadhan dan Idul Fitri bakal terjadi inflasi di Sumut. (MR/156).
