Kepedulian Investor Pada ESG di Pasar Modal Indonesia

Kepedulian Investor Pada ESG di Pasar Modal Indonesia
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Menuju investasi berkelanjutan di Indonesia adalah menjadi concern bagi pelaku pasar modal Indonesia saat ini. Kepedulian ditunjukkan dengan besarnya animo masyarakat  berinvestasi di perusahaan yang sudah menetapkan prinsip Environmental Social Governance (ESG) secara baik. Perusahaan yang menerapkan aspek ESG lebih baik dinilai mampu membuat investor lebih percaya akan keberlangsungan usaha perusahaan di masa depan.

Hal itu secara otomatis akan memberikan potensi keuntungan dalam jangka panjang.
“Minat investor tersebut tercermin dari besarnya pertumbuhan investasi di perusahaan yang aset atau produk investasi bertemakan ESG. Jika merujuk perkembangan dana kelolaan (asset under management/AUM) manajer investasi (MI) sejak tahun 2016, jumlah AUM ketika itu hanya sebesar Rp42 miliar, dan melonjak menjadi sebesar Rp3,46 triliun November 2021 berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” tutur Kepala Kantor BEI Sumut, Pintor Nasution, Selasa (29/3/2022).

Secara global, United Nations of Principle of Responsible Investment (UNPRI) mencatat, jumlah signatories AUM investasi berbasis ESG yang terdaftar di PRI juga meningkat dari sebesar US$ 59 triliun pada 2015 menjadi  US$ 121,3 triliun pada 2021. Awalnya di Bursa Efek Indonesia (BEI) hanya ada dua indeks yang berbasis ESG yaitu IDX ESG Leaders dan Sri Kehati. Namun, melihat tingginya animo dan permintaan masyarakat akan produk investasi berbasis ESG, pada 20 Desember 2021 lalu, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Yayasan Keanekaragaman Hayati (KEHATI) meluncurkan dua indeks baru yang dinamakan ESG Sector Leaders IDX KEHATI dan ESG Quality 45 IDX. (MR/156).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.