HPI Minta Keseriusan Semua Pihak Dalam Mengelola Sektor Industri Parawisata di Sumut

HPI Minta Keseriusan Semua Pihak Dalam Mengelola Sektor Industri Parawisata di Sumut
Bagikan

Metrorakyat.com I Samosir- Danau Toba salah satu Objek Wisata kebanggaan Sumatera Utara ini mempunyai panjang 100 KM,lebar 30 KM dengan luas areal 1.145 kilometer persegi dengan kedalaman  sekitar 450 meter dan merupakan danau terluas di Asia Tenggara serta peringkat kedua dunia setelah Danau Victoria di Afrika.

Di samping pemandangan alam hijaunya  yang bisa memanjakan mata,tentu saja ada hal lain yang bisa kita nikmati antara lain wisata sejarah,spritual,arsitektur,adat budaya maupun kulinernya.Masyarakat yang tinggal di daerah Danau Toba juga terkenal dengan keramah-tamahannya  sehingga menjadi suatu nilai tambah bagi para wisatawan yang baru maupun yang sudah pernah berkunjung ke tempat ini.

Sebagai salah satu destinasi wisata yang telah tersiar sampai ke manca negara, sudah sepatutnyalah kita turut mengambil bagian dalam hal menjaga dan melestarikan serta mempromosikannya.

Ketua DPD HPI Sumut Kus Hendro(Foto-red)

Sebagaimana yang dikatakan Ketua HPI (Himpunan Pramuwisata Indonesia) DPD Sumut Kus  Endro  kepada metrorakyat.com belum lama ini di Medan.

“Kita  dari HPI (Himpunana Pramuwisata Indonesia) tetap mendukung program pemerintah dalam hal memajukan Industri Parawisata di Sumatera Utara, dan saya berharap kepada semua pihak agar turut serta mempromosikan objek wisata yang ada di Sumatera Utara,jangan menyebar isu yang sifatnya merugikan, seperti banyaknya lintah di Danau Toba,air danau sudah tercemar limbah pabrik dan sebagainya. Tentu hal-hal seperti ini sangat berdampak terhadap kedatangan  para wisatawan lokal maupun mancanegara.Seandainyapun hal ini benar, kan bisa disampaikan ke Badan Lingkungan Hidup ataupun Pemerintah supaya  bisa dengan secepatnya diambil solusi.Sangat disayangkan, Sumut yang kaya dengan objek wisatanya ini hanya sebagai tempat transit  para wisatawan saja,”ungkapnya.

“Kita juga harus mengakui bahwa,masih sangat banyak kekurangan-kekurangan yang kita lihat dalam mendongkrak industri parawisata di Sumatera Utara ini antara lain seperti, akses jalan,harga,pelayanan,kebersihan dll,namun hal itu menurut saya bisa di selesaikan asalkan kita serius dan mau saling bekerja sama tentu dengan melibatkan semua pihak-pihak terkait, “tambah pria yang sudah lama menggeluti dunia parawisata tersebut mengakhiri.

Siti(rok biru) bersama rekannya(Foto-Red)

Siti(20) seorang mahasiswi Unimed,ketika diminta pandangannya tentang parawisata di Sumatera Utara bertempat di museum Provsu baru-baru ini mengatakan, bahwa untuk mendongkrak sektor industri parawisata di Sumut diperlukan kesungguhan  dari semua pihak.

“Saya sangat berharap, agar semua pihak dengan sungguh-sungguh menangani sektor parawisata di Sumatera Utara karena pengamatan saya masih sangat banyak yang perlu dibenahi,untuk itu saya harapkan pemerintah maupun pihak swasta bisa saling bekerja sama duduk satu meja untuk mencari solusinya jangan saling menyalahkan ataupun saling melempar tanggung jawab satu sama lain,jika hal ini dilakukan ,saya yakin Sumatera Utara kedepannya akan menjadi tempat destinasi bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara,dalam kesempatan ini juga saya mintakan kepada Dinas Parawisata Sumut agar menambahi koleksinya di museum ini ,”tutup mahasiswi seni sastra tersebut kepada mettorakyat.com mengakhiri.MR2-Red)

 

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.