Diduga Pengerjaan Aspal Jalan Ngowo Kedungsari Asal Jadi Tanpa Kajian, Ini Kata Kades

Diduga Pengerjaan Aspal Jalan Ngowo Kedungsari Asal Jadi Tanpa Kajian, Ini Kata Kades
Bagikan

METRORAKYAT.COM, KENDAL – Baru dua bulan Bantuan Provinsi akhir tahun anggaran 2021 senilai 200.000.000 jalan ngrowo (makam) Rt. 06 Rw. 03 volume 280 m x 2.5 m , pelaksana TPK desa kedungsari Kecamatan Ringinarum, Kabupaten Kendal Jawa Tengah,

yang dikerjakan pihak ke tiga dinilai asal jadi. Pasalnya, aspal jalan tersebut sudah terkelupas dan berlubang, rusak parah padahal baru selesai dikerjakan baru usai dua bulan,

Menurut data yg didapat awak media, proyek peningkatan jalan yang tendernya senilai Rp 20.000.000 (dua ratus juta rupiah) proyek yang tersebut sumber dana bantuan provisi APBD provinsi,

Buruknya kualitas diduga pelaksanaan proyek tersebut, ada kemungkinan tak lepas dari lemahnya pengawasan pihak dinas dan konsultan pengawas proyek. Mengingat proyek ini bersumber bantuan Pemerintahan provinsi Jawa Tengah di bawah kendali Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Sementara itu kepala desa Kedungsari,Ahmad Supriyanto saat dikonfirmasi, membenarkan jalan Ngrowo menuju pemakaman umum yang di aspal menggelupas dilalui muatan kayu dengan mobil col diesel, ujarnya, minggu (30/1/2022)

“Sebenarnya fatal kami Mengaspal jalan milik perhutani namun dirinya siap menerima resiko jika jalan itu rusak saat dilintasi muatan kayu dari hutan,mengalami kerusakan, imbuh kepala desa Ahmad supriyanto kepada awak media

Pihaknya akan berkordinasi dengan pelaksana pihak ketiga ketentuan yg berlaku proyek peningkatan Jalan ngowo (makam) tersebut masih dalam tahap pemeliharaan, sehingga titik yang rusak itu harusnya segera diperbaiki.pungkasnya

Sementara itu Farikin warga sekitar lokasi mengaku menyayangkan jalan yang baru selesai dikerjakan sudah rusak parah. Menurut warga pengerjaan tidak serius karena tidak menggunakan batu belah hanya baru kecil-kecil jadi tidak kuat menahan beban.

“Kami melihat tidak ada dasaran batu belah hanya batu kecil yang akan bergerak ketika ada kendaraan yang melintas dan terbukti banyak yang rusak.,”ujar Farikin.

Awalnya hanya beberapa titik saja, namun lama kelamaan hampir semua aspal rusak.  “Warga meminta segera ada perbaikan karena yang digunakan adalah dana dari masyarakat sayang sekali jika tidak digunakan maksimal,”tegasnya.(mr//siva zou)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.