Kecelakaan Kerja, Seorang BHL Warga Jambi Tewas Tersengat Listrik Di Perawang
METRORAKYAT.COM, SIAK – Seorang pekerja harian lepas Hendra (37) warga Jambi, identitasnya meninggal dunia saat bekerja bangunan di rumah toko milik warga di Jalan Pemda, Kampung Perawang Barat, Tualang, Siak, Selasa (28/12) sekira pukul 16.00 WIB.
Informasi yang dihimpun dari lokasi kejadian, masyarakat sekitar membenarkan kejadian tersebut.
“Ya pak, ada orang tewas karena kesetrum. Katanya disuruh masang arus untuk lampu,” kata salah seorang ibu yang meminta namanya tidak tercantum, Rabu (29/12) pagi.
Informasi lainnya, pemilik bangunan Hendri mengakui hal tersebut. Disebutkannya, jenazah pekerja tersebut sudah dibawa ke kampung halaman di Jambi.
“Sudah dibawa pak ke Jambi,” ujar Hendri.
Lanjut kata Hendri, awal kejadian bermula dari salah seorang pekerja lainnya yang disebut mandor bagi mereka, meminta korban memasang lampu. Kendati kurang memahami pemasang listrik, korban pun mencoba memasangnya. Sayangnya, korban pun jatuh tersungkur tewas akibat sengatan listrik.
“Ya katanya disuruh mandor yang punya panglong namanya Sukma. Ceritanya samar-samar saya tau pak. Saya nggak di lokasi saat peristiwa itu. Mandor saat itu sedang pasang keramik. Karena gelap, disuruhnya anggotanya masang lampu, dan kejadian kek gitu. Masih saudara dengan mandornya yang meninggal itu pak,” ungkapnya.
Hendra juga sempat dibawa ke Klinik Yeremia, di Jalan Maredan 3, Perawang Barat.
“Benar ada dibawa kesini. Tapi sudah dalam kondisi meninggal dunia. Sekira jam 16.58 tiba diklinik,” ujar dokter Cut.
Hasil pemeriksaan medis kata Dokter Cut, korban mengalami luka bakar di telapak kanan akibat tersengat listrik. Sehingga menimbulkan irama jantung berhenti.
“Ada luka bakar di telapak tangan kanan, dan sengatan listrik itu menyerang langsung ke jantung. Dan irama jantung tersebut berhenti,” kata dokter IGD tersebut.
Ditempat terpisah, penanggungjawab pekerja yakni Toko Bangunan Sukma menyampaikan bahwa masalah tersebut sudah selesai dan telah berdamai. Pihaknya memastikan, tidak ada melakukan kesalahan.
“Kami memang yang mempekerjakan. Namun yang kami pekerjakan bidang bangunan saja, bukan instalasi listrik,” kata Linda.
Masih kata Linda, yang patut dipersalahkan adalah pemilik rumah yakni Evi, dikarenakan korban disuruh memasang instalasi listrik di rumah tersebut.
“Evi adalah kawan saya juga. Dia karyawan pak. Kronologi yang saya cek dari kepala tukang, korban disuruh memasang piting lampu di kamar mandi. Hanya itu saja yang saya tau pak. Tapi nggak ada masalah pak,” sambungnya.
Linda memastikan bahwa para pekerja yang direkrut olehnya, telah menerapkan standar operasional atau SOP.
“Semua kita lengkapi jika mereka kerja bangunan pak. Artinya safety ada pak,”tutup Linda.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari pihak Kepolisian Sektor Tualang. (MR/RED)
