Mengais Rezeki Bercocok Tanaman Ditengah Pandemi
METRORAKYAT.COM, SINGKIL –Ditemani dengan sebuah cangkul kecil, terlihat senyuman seorang ibu paruh baya dari balik masker yang sibuk merawat tanaman hiasnya disalah satu titik pinggir jalan lintas ibukota Kabupaten Aceh Singkil.
Aktifitas kesibukan bercocok tanaman hias dilakukan, sebagai upaya mengisi waktu ditengah pandemi ini dengan berkreatif meghiasi halaman rumah membantu ekonomi keluarga.
Hal itu seperti yang dilakukan Idawati salah seorang ibu rumah tangga warga Singkil, Kabupaten Aceh Singkil, memilih mengisi waktunya ditengah masa pandemi covid-19 ini dengan bercocok tanam menanam tanaman hias diseputaran perkarangan rumahnya.
Menurutnya dengan bercocok tanam menanam tanaman hias juga bernilai ekonomis membantu perekonomian keluarga ditengah masa pandemi covid-19 ini, ucap ibu dua anak itu, Senin (15/11/2021).
“Asal kita mau, banyak cara untuk mengisi waktu luang ditengah pandemi dengan berbagai kegiatan yang bermanfaat”, ungkapnya.
Dari berbagai tanaman hias yang ditanam diperkarangan rumahnya diantaranya daun bunga Air mata ibu, janda bolong, keladi bulan, keladi kobra, kelatea, kilo jari, gelombang cinta, sutra, bego nia lilin, rubi kamboja bangkok, thailand, kladium, pilo jari, lidah mertua, keladi keramik, rottondum aceh, ujarnya.
“Tidak sedikit warga yang datang untuk membeli tanaman hias nya. “Ada juga yang minta untuk dikirim keluar daerah dan juga sebaliknya sengaja didatangkan”, sebutnya.
Ida mengatakan, selain dapat mengisi waktu lebih sering dirumah, bercocok tanaman hias menggunakan pupuk NPK dan Kandang serta memberi pengamanan seperti jaring dari ternak liar, dan pancaran sinar matahari secara langsung ketanamannya, juga dapat menghasilkan membantu perekonomian keluarga.
Hal senada, dikatakan, Rina warga Singkil lainnya, juga mengisi waktu senggang ditengah pandemi covid-19 ini dirumah bercocok tanaman hias diperkarangan rumahnya.
Kegiatan yang berawal dari hobi itu perlahan terus berkembang dan bertambah mulai dari tanaman lokal hingga didatangkan dari luar daerah karena mulai banyak orang mengagumi tanaman hiasnya.
“Kondisi Pandemi Covid-19 yang berdampak terhadap semua lini kehidupan terutama sektor ekonomi. Sebagai istri, mereka pun tak ingin pasrah saja dengan keadaan, tapi terus mencoba berkreatif dengan skill yang dimiliki setidaknya dapat membantu perekonomian keluarga,” tutupnya. (MR/ESP)

