Pasca Direhabilitasi Terminal Tipe A Langsa Terancam Penolakan Untuk Ditempati Para Agen

Pasca Direhabilitasi Terminal Tipe A Langsa Terancam Penolakan Untuk Ditempati Para Agen
Bagikan

METRORAKYAT. COM, LANGSA  – Program rehabilitasi terminal tipe A Langsa di tahun 2021 sudah rampung di kerjakan. Tinggal menunggu proses penataan ulang sejumlah loket yang berada di dalam terminal yang nantinya akan di serahkan kepada sejumlah agen mini bus dan bus.

Namun terdengar kabar sebelum di lakukan penataan serah terima loket penjualan ini menimbulkan polemik tersendiri bagi sejumlah agen yang akan menepati loket yang beru selesai di rehab yang sebelumnya mereka tempati. Kurangnya sosialisasi serta perencanaan yang matang terkait pelaksanaan rehabilitasi terminal dulunya diduga pemicu penolakan dari para agen.

Salah seorang agen mini bus inisial ID kepada media mengatakan, proyek rehabilitasi dianggapnya sangat mendadak. Tidak ada sosialisasi terlebih dahulu yang diberikan oleh pemerintah kepada para agen bus ataupun penghuni lainnya yang biasa menggantungkan nasib di Terminal Langsa. Bahkan dalam prosesnya yang ternyata telah terhitung sejak beberapa bulan lalu, para agen menurut ID ini tidak ada komunikasi pada saat perencanaan terminal yang akan direhabilitasi dulunya kepada kami sejumlah agen.

Padahal dalam penggarapannya nanti, rehabilitasi ini akan berdampak pada puluhan agen yang beroperasi di terminal. Kurangnya koordinasi tersebut membuat geram para agen yang merasa tidak dilibatkan dalam proses rembukan. Sehingga kemudian pada saat ini program yang akan segera dieksekusi, tidak sesuai dengan keinginan para agen,” keluh agen mini bus ID kepada media ini pada, Kamis (11/11/2021) siang.

Program pusat itu sudah merombak tata kelola loket – loket penjualan di dalam Terminal tipe A Langsa. Di mana tempat loket penjualan dulunya lebar dan terbuka sekarang sesudah direhabilitasi menjadi sempit bahkan diperparah semuanya dipagari hanya di sediakan satu pintu masuk. membuat sejumlah agen mengeluhkan hal ini lantaran akan membuat para agen tidak dapat leluasa bertransaksi,” ucapnya.

Sejumlah loket penjualan ini pun dianggap para agen juga semakin dibuat rugi. Pasalnya mereka tidak memiliki keleluasaan. Jangankan bertransaksi, untuk bergerak pun juga begitu sulit nantinya. Dengan dana milyaran rupiah yang digelontorkan, namun para agen hanya disediakan loket dengan ukuran 150 cm x 175 cm.

“Jika nantinya diserahkan kepada sejumlah agen terhadap loket penjualan ini dianggap tidak sesuai dan merugikan para agen, tentu akan ada tindakan lainnya. Mereka mengancam para agen akan hengkang dari terminal dan membuat loket di luaran,” ucap ID bersama sejumlah para agen dengan nada kesal.

Sementara itu, Korsatpel Terminal Tipe A Langsa, Syafruddin atau lebih dikenal dengan sebutan Dolles yang sempat dikonfirmasi melalui handphone WhatsApp menjelaskan, program rehabilitasi ini adalah produk pusat yang sudah rampung di kerjakan oleh pihak kontraktor namun belum dilakukan serah terima.

“Adapun keluhan para agen yang katanya menolak untuk menepati loket penjualan dengan beralaskan ruang loket penjualan sempit juga terdapat pagar di depan loket dan hanya ada satu pintu masuk memang itu adanya, karena hampir semua terminal tipe A di seluruh Indonesia seperti itu bangunannya,’ kata Dolles yang dirinya berada di Jakarta.

Dikatakannya, sebelum dirinya berangkat ke Jakarta sudah pernah dipanggil semua agen – agen untuk duduk rapat membicarakan terkait tidak lama lagi pasca terminal selesai direhabilitasi akan dilakukan serah terima. Dalam rapat tersebut tidak ada satupun agen yang menolak semuanya terima.

“Namun sekarang timbul bahasa dari agen yang katanya menolak untuk menepati loket yang sudah dilakukan rehabilitasi dengan berbagai alasan, dirinya tidak mengetahui siapa yang katakan. Namun demikian dirinya akan menyelesaikan persoalan tersebut sekembalinya dari Jakarta,” tutup Dolles melalui handphone.(MR/DANTON)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.