Tokoh Masyarakat Jawa Di Maredan Barat Ajak Warga Pilih Bowo Suprapto
METRORAKYAT.COM, SIAK – Salah seorang tokoh masyarakat di Kampung Maredan Barat, Jumingan, mengajak warga Maredan Barat untuk menggunakan hak pilihnya di TPS pada Pilkampung 11 Nopember mendatang. Jumingan juga mengajak warga etnis suku Jawa agar bersatu untuk memilih Bowo Suprapto yakni calon penghulu nomor urut dua itu.
“Saya mengajak bapak ibu masyarakat Maredan Barat, agar ikut serta dan gunakan hak pilihnya dan memilih calon penghulu nomor urut dua yakni Bowo Suprapto. Kita ketahui, bahwa Bowo Suprapto adalah calon Penghulu yang bersuku etnis Jawa. Di Maredan Barat, ada delapan puluh persen warga kita yang sukunya Jawa. Harapan saya, suara dari suku Jawa bisa menyatu dengan memilih Bowo Suprapto,” kata Jumingan, Minggu (31/10).
Menurut Jumingan, Desa Maredan Barat butuh pemimpin baru dan memahami permasalahan di tengah-tengah masyarakat. Salah satunya mengatasi pengangguran, dan pelayanan fasilitas yang prima.
“Warga kita banyak yang menganggur. Ada proyek pembangunan gardu listrik dikampung kita, namun yang bekerja itu banyak orang luar. Bukan penduduk dari Maredan Barat. Dalam amanah atau perjanjian kontrak politik Bowo Suprapto, dia berjanji akan mengakomodir warga yang membutuhkan pekerjaan di gardu tersebut. Maka, sudah sepantasnya kita warga Maredan Barat beralih ke Bowo Suprapto, agar ada perubahan di desa yang kita cintai ini. Kita membutuhkan pemimpin yang tegas, amanah dan terbuka dengan anggaran dana desa. Itulah harapan saya selaku masyarakat,” ungkapnya.
Sekedar informasi, awak media mendapati informasi terdapat beberapa pekerja di proyek pembangunan gardu listrik berasal dari daerah lain seperti kota Pekanbaru, Medan. Warga juga menyebutkan, bahwa untuk masuk menjadi pekerja di gardu tersebut harus memiliki rekomendasi dari Penghulu yang kala itu dijabat oleh Aljufri.
“Ya saya mau kerja harus ada rekomendasi dari Penghulu. Kalau saya lihat kondisi saat ini, warga kita butuh yang namanya perubahan. Jangan yang lama lagi. Karena sudah dua periode, tapi hasilnya banyak kesan negatif saat dia membangun. Kalau dia bicara sudah banyak berbuat, ya itu sah-sah saja, karena dia kan mantan penghulu, pasti banggakan apa yang sudah diperbuatnya,” kata salah seorang warga yang meminta namanya tidak tercantum. (MR/Rls)
