Kalapas Kendal, Rusdedy Menggiatkan Program Pembinaan Bagi Warga Binaan

Kalapas Kendal, Rusdedy Menggiatkan Program Pembinaan Bagi Warga Binaan
Bagikan

METRORAKYAT.COM, KENDAL – Lembaga Pemasyarakatan Terbuka Kendal, Rusdedy terus mengingatkan program pembinaan bagi warga binaan lapas. Hal tersebut dilakukan guna memberikan energi positif kepada para warga lapas agar setelah selesai masa tahanannya mereka bisa menjadi orang baik dan diterima oleh masyarakat.

“Inovasi dari pertanian, perkebunan, perikanan dengan mengunakan Teknologi di lapas-lapas agar para warga binaan bisa mandiri dan terampil, jelas ada di sini adalah sama, mereka juga adalah bagian masyarakat yang akan kembali kepada masyarakat nantinya,” ujar Rusdedy saat memetik hasil panen Jagung, kamis, (27/10/2021) pagi.

Lebih lanjut, Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terbuka Kelas IIB Rusdedy, mewujudkan membangun industri pakan ternak guna mencukupi kebutuhan pakan ternak yang dikelolanya. Peresmian industri pakan ternak ini dilakukan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham (Kanwil Kemenkumham) Jawa Tengah, Yusparhuddin, pekan lalu, Senin (18/10/2021) sore.

pendirian industri pakan ternak ini, setelah melakukan study banding di Solo yang ternyata dengan membuat pakan ternak sendiri, keuntungan dari memelihara ternak bisa lebih besar. Dengan demikian, hasil tanaman jagung bisa dimanfaatkan lebih optimal. “Lahan seluas 7,5 hektar di Lapas ini ditanami jagung dan tanaman lain, juga untuk memelihara beberapa jenis ternak, sehingga bisa dijadikan pertanian dan peternakan terpadu,” jelasnya.

Rusdedy mengatakan, pengalaman memelihara ternak sapi dan kambing membutuhkan biaya yang cukup tinggi untuk membeli pakan, sehingga tidak membawa keuntungan. Maka dengan membuat pakan sendiri, akan mengurangi biaya untuk membeli pakan. “Kami membuat pakan ternak sendiri, karena seperti yang di Solo ternyata untungnya cukup besar,” katanya.

Sementara, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Ham Jawa Tengah, Yusparhuddin mengatakan, pendirian industri pakan ternak ini merupakan satu inovasi dan terobosan yang luar biasa di tengah harga pakan ternak yang mahal. Dengan membuat pakan ternak sendiri yang bahan bakunya dari jagung hasil panen sendiri, maka akan mengurangi pengeluaran untuk kebutuhan pakan ternak. “Dengan sistem pertanian dan peternakan terpadu, tentunya akan mengurangi pengeluaran,” jelasnya.

Dia mengatakan, program di Lapas Terbuka dengan berbagai kegiatan, seperti budidaya pertanian, perkebunan dan peternakan ini tujuannya untuk memberikan bekal keterampilan bagi warga binaan. Dengan demikian, setelah warga binaan kembali ke masyarakat, maka sudah memiliki bekal keterampilan yang bisa dijadikan untuk usaha. “Tujuan utamanya untuk memberikan bekal keterampilan, supaya setelah keluar dari Lapas bisa mandiri,” sebutnya.

Inovasi lainnya di Lapas Terbuka Kendal, di antaranya membuat cafe yang dilengkapi beberapa gazebo dan tempat bermain anak-anak. Area cafe ini dijadikan tempat atau ruang tunggu bagi keluarga warga binaan saat berkunjung.

Dia menambahkan apabila para warga binaan sudah bisa terampil dan mandiri, maka tentunya dia juga bisa menyayangi dirinya sendiri dengan tidak melakukan hal buruk.

Dirinya menambahkan, maksud dari semua itu agar mereka dapat mengaktualisasikan diri, aktif berkarya dalam masyarakat serta membangun energi positif bersama.

“Karena mereka yang ada di sini adalah sama, mereka juga adalah bagian masyarakat yang akan kembali kepada masyarakat nantinya,” ucap Rusdedy

Kegiatan aktif semacam ini akan terus di kembangkan dan bersinergi dengan semua pihak melalui diantaranya dengan lingkungan masyarakat yang ada di Lapas maupun dengan Pemerintah Kabupaten Kendal. (MR/Siva Zou)

Admin Metro Rakyat News