Rahman Manik, Klarifikasi Bahwa Tidak Ada Intimidasi Terhadap Kerja Jurnalis, Begini Keterangannya
METRORAKYAT.COM, SUBULUSSALAM – Kita semua sepakat dan mendukung kemerdekaan pers yang diatur undang undang No 40 tahun 1999 tentang Pers Kita semua sepakat dan menolak
Kekerasan terhadap kerja jurnalis dimana didalam undang undang yang dimaksud dengan kerja wartawan itu adalah mencari pemberitaan, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun dalam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik, dan segala jenis saluran yang tersedia.
Terhadap Insiden perkelahian antara saudara Jasman Pasaribu dengan saudara Cucah di salah satu warung Subulusssalam Barat murni perkelahian biasa, kita menolak di kait kait kan dengan stigma.
Rahman Manik (Foto), Kekerasan terhadap wartawan, karna hasil penelusuran kami bahwa saudara Jasman pasaribu ada membuat Status Facebook pribadi, yang bukan merupakan bagian dari pemberitaan karya jurnalistik, Kamis, (28/10)
Ia menganggap bukan bagian dari kerja kewartawanan seperti yang diatur oleh undang undang pers, atas dasar status Facebook pribadi ini lah saudara cucah keberatan dan terjadi perkelahian, jadi kita mohon semua pihak harus objektif memahami melihat persoalan ini, apalagi jika di kait kait kan dengan keberadaan pemerintah sekarang.
Masih kata dia, mengenai persoalan dengan saudara Junaidi yang juga mengklaim dirinya di intimidasi dalam menjalankan tugas kewartawanan kami perlu klarifikasi bahwa tidak ada intimidasi terhadap kerja kerja jurnalis, atas dasar laporan salah seorang rekan media bahwa yang memegang baliho gelap adalah saudara junaidi maka beliau hanya di tanyai tentang keberadaan spanduk Gelap tersebut yang di titip kan oleh manusia manusia yang tidak bertanggung jawab kepada nya, namun dalam pertemuan tersebut saudara junaidi tidak mengaku bahwa dia yang memegang spanduk gelap tersebut, maka terjadi lah pertengkaran mulut saja.
Jubir Tim BISA itu, meminta kepada pihak oposisi bermain lah secara jantan jangan bermain di belakang dengan memasang baliho baliho gelap karena pekerjaan tersebut menggambarkan bahwa sauadara saudara belum dewasa berpolitik. (MR/Jr)
