OJK Sumbagut Dorong Perbankan dan IJK Permudah Pembiayaan Inklusif
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional 5 Sumatera bagian utara (R5 Sumbagut) mendorong perbankan dan Industri Jasa Keuangan (IJK) untuk mempermudah pembiayaan secara inklusif terjangkau dengan prosedur sederhana.
Hal itu sebagai salah satu fokus dalam nawacita yang dicanangkan pemerintah antara lain perluasan sektor keuangan di masyarakat.
“OJK terus mendorong perbankan dan Industri Jasa Keuangan memperluas akses keuangan guna mempercepat peningkatan ekonomi di tengah pandemi ini,” ucap Kepala OJK R5 Sumbagut Yusup Ansori saat tampil sebagai keynote speech webinar “Akses Modal itu Mudah” di acara Karya Kreatif Sumut (KKSU) 2021 secara virtual, Senin (20/9/2021).
Webinar digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Sumut untuk rangkaian KKSU 2021 yang berlangsung selama empat hari (16-19 September 2021).
Di acara tersebut, hadir Kepala KPw BI Sumut Soekowardojo. Dan sebagai narasumber Kepala Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK KR 5 Sumbagut Noor Hafid, Profesional Asisten Manager Divisi Ritel Bank Sumut Wiko Sucipto, Pimpinan Cabang PT PNM (Persero) Alfian Langkamane, Dicky Wijaya dengan moderator Deputi Direktur KPw BI Sumut Poltak Sitanggang.
Dijelaskan Yusup, untuk mempercepat akses keuangan, OJK membentuk Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) tahun 2016 dan tahun 2020.
“Seluruh kepala daerah di Sumut sudah membentuk TPAKD,” urainnya lagi.
Pembentukan TPAKD menurut dia, adalah sebagai upaya mendukung peningkatan inklusi keuangan. Selain itu, pembentukan TPAKD juga salah satu upaya pengembangan UMKM.
“OJK sendiri selalu mendorong UMKM go digital, UMKM naik kelas dan one village one agent,” imbuhnya.
Lanjut dia lagi, OJK juga memberikan stimulus pembiayaan di perbankan dan perusahaan pembiayaan di tengah pandemi ini.
Yusup menuturkan, posisi 16 Maret 2020 sampai 31 Juli 2021, stimulus yang diberikan berupa restrukturisasi mencapai Rp27,01 triliun kepada 531.000 debitur termasuk UMKM. Pemerintah memperpanjang restrukturisasi hingga 31 Maret 2023.
“Kebijakan restrukturisasi upaya memperluas revitalisasi, membuka akses pembiayaan dan mempercepat akses keuangan daerah,” pungkasnya.
Yusup mengungkapkan, di Sumut saat ini ada dua bank berkantor pusat di Sumut, 56 Bank Umum dan 57 Bank Perkreditan Rakyat (BPR). Sampai posisi Juli 2021 aset perbankan mencapai Rp298 triliun dengan pertumbuhan double digit 11,50 persen yoy. Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar
Rp278,95 triliun, tumbuh 11,05 persen.
Pembiayaan/kredit yang disalurkan Rp217,22 persen, tumbuh 0,11 persen yoy. NPL gross juga cukup rendah yakni 2,98 persen. Ia meyakini dengan tingkat pertumbuhan itu masih terbuka peluang untuk UMKM.
Sementara itu di IJK, posisi Mei 2021 sektor pembiayaan seperti modal ventura 85,91 persen dan Pegadaian 50,97 persen yoy. Penyaluran pembiayaan (listing) Rp15,58 triliun, tumbuh 0,96 persen ytd. Di sisi platform digital (pinjaman online) posisi Juni 2021 sebanyak 125 perusahaan Fintech yang mendapat izin OJK pertumbuhannya cukup tinggi (4,94 persen).
Untuk itu, ia meminta masyarakat harus jeli, jangan terjerat Pinjol yang tidak terdaftar di OJK.
Sedangkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumut Soekowardojo mengatakan kendala yang dihadapi UMKM saat ini terpukul akibat pandemi Covid-19, omset penjualan menurun, modal kurang, akses global rendah, pencatatan usaha masih rendah dan administrasi belum lengkap.
Dari sisi permodalan, BI dan OJK terus mendorong agar UMKM mendapat pembiayaan melalui perbankan konvensional, syariah, PNM dan Fintech.
“Ada yang bilang pengajuan pembiayaan susah, padahal kalau kelengkapan administrasi dipenuhi, pembiayaan itu gampang,” ucap Soeko.
KKSU 2021 ini, kata Soeko, merupakan tahun kedua, pertama tahun 2020. KKSU 2021 bagian dari menyemarakkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI), Bangga Berwisataw #di IndonesiaAja# (BWI) dan Beli Kreatif Danau Toba (BKDT) 2021. KKSU juga sebagai bagian road to Karya Kreatif Indonesiay (KKI) 2021 yang digelar 23-26 September 2021. (MR/156).
