Plt. Dirut PD. Pasar Medan Menghindar Dikonfirmasi Soal THR 2020 Dan Gaji Pegawai Honor Yang Belum Dibayar
METRORAKYAT.COM, MEDAN – Direktur Utama Perusahaan Daerah (PD) Pasar Kota Medan, Tengku Maya Maghdina, menolak dikonfirmasi media terkait belum dibayarkannya Tunjangan Hari Raya (THR) Natal tahun 2020 karyawan badan usaha milik Pemerintah Kota (Pemko) Medan.
Selain masalah THR, empat bulan gaji 11 orang karyawan honor juga belum dibayar.
Ketika disambangi ke Kantor PD. Pasar Kota Medan, Rabu (21/04), Maya mengarahkan konfirmasi ke Kepala Bagian Hukum Humasy, Hafiz Siregar.
Namun saat didatangi ke ruangannya, Hafiz disebutkan salah – seorang staf di ruangannya, sedang istirahat siang. Setelah ditunggu hampir satu jam, yang bersangkutan tak kunjung masuk ruangannya.
Nomor telepon selulernya yang dihubungi tidak menjawab meski terdengar nada sambung. WhatsApp-nya juga tidak aktif.
Ketika Maya kembali dihubungi lewat telepon selulernya, ia juga enggan menjawab panggilan masuk. Menurut sekuriti yang bertugas, Maya sedang ada rapat.
Sehari sebelumnya, Selasa (20/04), melalui pesan WhatsApp-nya, Hafiz menyebut bahwa tertundanya pembayaran THR karyawan Nasrani disebabkan masalah keuangan di PD. Pasar.
Salah satunya, pandemi yang barlangsung sudah setahun lebih sehingga mempengaruhi pendapatan dari pasar-pasar.
Tapi sambungnya, saat ini sudah mulai meningkat pendapatan dari pasar – pasar, apalagi menjelang puasa dan lebaran. Pasar sudah mulai ramai. Keuangan PD. Pasar sudah mulai ada peningkatan sàat ini.
Dalam pesan itu, diakuinya peningkatan pendapatan itu belum dapat membayarkan THR tersebut. Alasannya, PD. Pasar juga pada tahun – tahun sebelumnya memiliki tagihan listrik, air, jamsostek, asuransi, perbaikan pasar dan lain – lain yang belum dibayarkan sehingga sangat mempengaruhi keuangan perusahaan saat ini.
Jadi pendapatan yang didapat setiap bulannya pada saat ini, sambungnya lagi, dipergunakan dahulu untuk tagihan yang tertunggak itu karena hal tersebut sangat urgent.
Perusahaan bukan mengenyampingkan THR itu, kilahnya. Tiap bulan, sebutnya lagi, ada ditabung oleh bagian keuangan. Sama seperti THR karyawan Muslim tahun 2020 yang tertunda lebih kurang delapan bulan.
“Tadi pagi saya sdh menemui Kabag Keuangan PD. Pasar dan menanyakan kondisi kas perusahaan. Disampaikan oleh ibu Kabag.Keuangan bahwa dia mau lapor tentang kondisi keuangan kepada Plt. Dirut PD. Pasar apa memungkinkan untuk pembayaran THR Natal tersebut dan tehknisnya. Bersabarlah dahulu apabila Plt. Dirut dapat mengambil kebijakan yang arif dan tidak menyalahi aturan. Ini yg dpt saya sampaikan, mohon maaf agak lama membalasnya,” tulisnya pada pesan WhatsApp.
Soal 11 orang pegawai honor yang belum terima gaji sampai saat ini, diakuinya memang benar keadaannya. Namun ia menolak memberi tanggapan karena itu sebutnya adalah kewenangan Plt. Dirut PD. Pasar.
“Untuk konfirmasi khusus tentang ini, bisa ditanyakan langsung ke Plt. Dirut, Tengku Maya Maghdina, karena ini kewenangan mutlak dari Plt. Dirut,” jawabnya dalam WhatsApp.
Sebagaimana diberitakan sebwlumnya, pengelolaan PD Pasar Medan yang carut – marut saat ini, telah membuat kondisi keuangan dan manajemen Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kota Medan berantakan.
Tunjangan Natal tahun 2020 saja sampai sekarang belum dibayarkan PD. Pasar kepada karyawannya. Selain itu, gaji 11 orang pegawai honornya juga belum dibayarkan sampai menjelang akhir bulan April 2021 ini.
Keluhan itu disampaikan seorang staf administrasi Pasar Petisah Tahap I, Rullyny Marbun, kepada media saat dihubungi melalui ponselnya, Senin (19/04).
Dikatakannya, akibat kondisi keuangan di PD. Pasar Medan yang seperti itu, sebanyak 30 orang pegawainya berencana akan melakukan demoke Kantor Wali Kota Medan, besok, Selasa (20/04).
“Para pegawai yang demo besok sekitar 30 orang yang berasal dari beberapa pasar yang ada di Kota Medan, termasuk Pasar Petisah. Adapun yang menjadi tuntutan kami saat demo beaok adalah mendesak PD. Pasar dan pihak Pemko Medan untuk segera membayarkan Tunjangan Hari Natal tahun 2020 yang sampai sekarang belum dibayarkan PD. Pasar Medan. Apalagi sebentar lagi mau lebaran Bang. Bisa saja nanti Tunjangan Hari Raya atau THR kami juga tidak dibayarkan. Dan saat ini kan kondisi keuangan PD. Pasar sangat sulit. Tapi kami juga menjadi lebih sulit karena kondisi itu,” ungkapnya.
Dalam demo beaok, sambungnya, tuntutan karyawan yang akan disampaikan kepada Wali Kota Medan, Bobby Nasution, selain soal THR, beberapa diantaranya adalah, soal kesejahteraan karyawan, dan penerimaan pegawai honor di BUMD milik Pemerintah Kota (Pemko) Medan itu.
Dalam aksinya besok, mereka juga akan mendesak Wali Kota Medan untuk segera mencopot Direktur Utama PD. Pasar Medan serta dilakukan audit keuangan di perusahaan tersebut. (MR/Sipa Munthe)


