Mengayomi Jemaat, Komunikatif, Adaptif dan Responsif
Menjelang Sidang Majelis Sinode (SMS) ke-36 Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) yang akan dilaksanakan secara virtual pada 15-18 April 2021. Bidang pembinaan tampaknya menjadi keniscayaan dalam membesarkan lembaga tersebut.
Tiga wilayah pembinaan yakni moderamen, klasis dan runggun menjadi objek yang selayaknya memiliki koneksi tanpa henti serta cair, tentunya sangat berkaitan dengan bahasan seputar garis besar pelayanan GBKP dan periodesasi pengurus Moderamen masa bakti 2020-2025.
Kabid Pembinaan GBKP Pdt Yunus Bangun M.Th yang diwawancarai, memberikan sejumlah pendapat serta komentar seputar pembinaan tersebut kepada wartawan Jenda Bangun. Inilah petikannya.
Jenda Bangun : Sebagai Kabid Pembinaan Moderamen GBKP, secara umum bagaimana program pembinaan dilakukan?
Pdt Yunus Bangun M.Th : Program di Bidang Pembinaan Moderamen adalah sebuah bidang baru yang diputuskan pada persidangan Sinode tahun 2015. Artinya baru dalam periode ini Bidang Pembinaan ini ada dalam struktur pelayanan GBKP. Karena ini adalah bidang baru maka saya mulai mempelajari karateristik pelayanan dalam bidang ini. Bidang Pembinaan ini berfokus kepada pembinaan Penatua dan Diaken dan kepada jemaat secara umum. Pelayanan kepada Pendeta dilakukan Kabid SDM dan Pelayanan Spesifik Kategorial (Mamre, Moria, Permata, KA KR dan Saitun) dilakukan oleh Kabid Persekutuan.
Jenda Bangun : Lalu, secara khusus pembinaan yang sangat diperlukan di masa depan?
Pdt Yunus Bangun M.Th : Kepada Penatua dan Diaken dan Juga Pengurus PJJ dilakukan Pembinaan secara terecana melalui Buku Setialah. Semenjak periode pelayanan saya dimulai dari Setialah 25-30. Juga ditambah dengan Pembinaan Khusus Badan Pekerja Majelis Runggun (BPMR) karena merekalah basis terdepan mengambil keputusan yang bersentuhan langsung kepada jemaat. Juga dilakukan pembinaan kepada seluruh Pengajar Katekisasi serta penyempurnaan Buku Katekisasi dan dilengkapi dengan bahannya secara digital (power point).
Jenda Bangun : Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi bagian penting dalam memajukan organisasi, bagaimana pendapat Bapak dikaitkan pembinaan SDM GBKP?
Pdt Yunus Bangun M.Th : Kepada Jemaat dilakukan spesifikasi seluruh bahan-bahan pembinaan seperti bahan PJJ, PA, Pekan-Pekan. Bahan PJJ bentuknya renungan dan sifatnya “care group.” Tempat bersekutu dan bersaksi tentang pengalaman hidup. PA sifatnya Penelahaan Alkitab bersbasis pada pendalaman dari perikop yang dibahas. Pekan -Pekan ada tiga. Pekan Penatalayan bulan Januari adalah membuka wawasan jemaat terhadap satu tahun perjalanan pelayanan GBKP. Pekan Doa bulan Mei adalah mendoakan perjalanan pelayanan yang sedang berlangsung. Pekan Keluarga bulan November mengevaluasi program yang sudah berjalan dan bersiap memasuki Adven, Natal dan Tahun Berikutnya. Juga dilakukan pendalama Konfesi GBKP dengan menerbitkan Buku Penjabaran Konfesi GBKP. Serta topik-topiknya dijabarkan dalam Bahan PJJ serta Buku Saku seperti “Buku Saku Politik.”
Jenda Bangun : Bapak cukup lama berada di lingkungan moderamen GBKP dalam pembinaan, bagaimana sebaiknya pembinaan di tingkat klasis dan runggun ?
Pdt Yunus Bangun M.Th : Pembinaan ke depan yang dibutuhkan adalah seperti visi GBKP yaitu pertumbuhan spritualitas jemaat berbasis Alkitab. Kecintaan Jemaat membaca Alkitab dan Hidup berdasarkan Kebenaran Firman Tuhan menjadi pondasi yang tidak bisa ditawar-tawar. Sekarang sudah mulai ada perkembangan Baca Gali Alkitab dan juga Gerakan Baca Alkitab baik dalam Moria, Permata dan juga KA KR. Harapan ke depan ini menjadi bagian setiap keluarga dan setiap pribadi. Kepada Penatua dan Diaken telah akan terus dibina secara spritualitas dan skill pelayanan yang dibutuhkan dan disesuaikan dengan Visi Misi GBKP dan Garis Besar Pelayanan GBKP. Juga menjadikan Gereja ke depan dengan karakter gereja yang cair, responsive dan adaptif.
Jenda Bangun : Dalam kondisi sekarang apakah kerja sama dengan pihak luar negeri adalah solusi alternatif dalam pembinaan untuk manajemen GBKP ?
Pdt Yunus Bangun M.Th : Pembinaan dalam GBKP memiliki wilayah masing-masing. Wilayah Moderamen adalah konseptor. Artinya menyediakan bahan-bahan dasar pembinaan serta materi-materi pembinaan yang dibutuhkan. Wilayah Klasis adalah fasilitator terhadap Runggung tentang berbagai kebutuhan Runggun. Runggun (Majelis) Jemaat adalah ekskutor (penyelenggara) program kepada jemaat secara langsung.
Yang menjadi kendala selama ini belum terkoneksinya tiga wilayah ini sehingga banyak program belum mendarat ke jemaat. Ke depannya bahwa hubungan ketiga wilayah ini harus lebih efektif agar konsep pembinaan mendarat ke jemaat.
Jenda Bangun : Data yang tersebar, hampir 40 persen klasis mengalami problem anggaran / keuangan. Menurut Bapak apa kira – kira penyebab hal ini?
Pdt Yunus Bangun M.Th : Keuangan Gereja memang mengalami goncangan. Hal ini sesungguhnya bahwa masih dibutuhkan pembinaan yang lebih lagi terhadap spritualitas jemaat. Kita tidak bisa mengkambing hitamkan corona. Karena hal yang seharusnya adalah iman lebih Tangguh dari pergumulan dan walau ada pergumulan tidak menjadikan jemaat menghentikan tanggungjawabnya kepada gereja. Di sisi lain pengembangan ekonomi jemaat yang kreatif terus dilanjutkan.
Jenda Bangun : April 2021, akan dilangsungkan Sidang Sinode GBKP, bagaimana pandangan Bapak soal hajatan limatahunan tersebut ?
Pdt Yunus Bangun M.Th : Sidang Sinode 2021 adalah pengalaman pertama melakukan secara virtual. Persiapan dan kematangan para panitia dan peserta menjadi salah satu kunci keberhasilan sidang ini. Juga peralatan yang dipakai secara internet dan perangkat lainnya menjadi penting untuk diperhatikan. Ini yang perlu diperhatikan secara teknis. Secara spiritual ini adalah pesta iman. Hal terpenting adalah bagaimana GBP GBKP dengan baik dapat dihasilkan dan keputusan – keputusan yang terpenting untuk kemajuan GBKP. Pemilihan Moderamen adalah hanya untuk mendapatkan mandataris hasil keputusan Sidang Sinode tersebut. Oleh sebab itu tidak bisa menjadi yang utama.
Jenda Bangun : Menurut Bapak , sosok pimpinan yang dibutuhkan GBKP dalam menghadapi 5 tahun ke depan?
Pdt Yunus Bangun M.Th : Pemimpin GBKP ke depan : Memiliki Spritualitas yang baik, jujur, rendah hati, punya visi dan misi GBKP, mengayomi seluruh jemaat, komunikatif, adaptif dan responsif.
Jenda Bangun : Bolehkah Bapak sebutkan satu atau sejumlah nama SDM yang mendekati kriteria bakal calon ketua mo deramen GBKP ?
Pdt Yunus Bangun M.Th : Tidak Menjawab
Jenda Bangun : Apa saran dan masukan Bapak buat sinodistan ?
Pdt Yunus Bangun M.Th : Saran untuk peserta sidang sinode agar banyak berdoa dan mempersiapkan diri secara spiritual dan mental secara pemahaman akan materi yang dibahas dalam Sidang Sinode ini.

