Wabup Smosir Sambut Staf Khusus Menteri BUMN di Objek Wisata Siallagan

Wabup Smosir Sambut Staf Khusus Menteri BUMN di Objek Wisata Siallagan
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SIMANINDO – Wakil Bupati Samosir Ir Juang Sinaga, menyambut kedatangan.

Staf Khusus Menteri BUMN guna mengunjungi Objek Wisata Batu Persidangan Sialagan Kec Simanindo, Sabtu (22/8/2020) Samosir.
Direktur BODT Arie Prasetyo dan Pimpinan Bank BTN didampingi Arya Sinulingga.

Wabup Juang Sinaga didampingi Kadis Pariwisata Dumosch Pandeangan, Jansen Siallagan, dan Kades Siallagan Pindaraya.

Arya Sinulingga menyumbang wastafel (tempat cuci tangan) sebanyak 20 buah, masker 3.000 buah, untuk dibagikan ketempat objek wisata Sialagan.

Kisah Batu Parsidangan.

Huta Siallagan merupakan sebuah desa kuno yang sejak ratusan tahun lalu. Dibangun masa pemerintahan pemimpin huta pertama, yaitu Raja Laga Siallagan. Siallagan adalah keturunan Raja Naimbaton mengikuti garis Raja Isumbaon, putra kedua Raja Batak.

Kampung itu memiliki luas sekitar 2.400 meter persegi dan dikelilingi tembok batu setinggi 1,5 hingga 2 meter. Dibangun dari batu-batu terstruktur licin. Dinding dulunya dilengkapi benteng dan bambu tajam sebagai pelindung desa binatang liar serta serangan suku lain.

Lokasi batu parsidangan sendiri berada di depan rumah raja dan tepat di bawah Pohon Hariara. Sebuah pohon dikeramatkan Suku Batak.
Meja dan kursi terbuat dari batu diperkirakan berusia sekitar 200-an tahun. Dahulu kala, tempat dipergunakan mengadili para kriminal.

Tindak kejahatan bisa berupa mencuri, membunuh, memperkosa, dan menjadi mata-mata musuh. Hukumannya pun tidak main-main. Jika kejahatannya kecil, akan diberikan sanksi berupa hukuman pasung.

Namun jika kejahatannya tergolong berat pelaku akan dijatuhi hukuman pancung alias potong kepala.

Tanggal eksekusi pun ditentukan dari hari paling lemah si penjahat atau hari baiknya kapan. Pasalnya, rata-rata orang yang berani melakukan kejahatan diyakini mempunyai ilmu hitam. Untuk menentukan hari kapan eksekusi, dahulu menggunakan Manitiari atau Primbon Suku Batak.

Kini, hukum pancung dan kisah kanibal tentu sudah tak berlaku. Inilah sepenggal kisah Huta Siallagan, kini menjelma sebagai desa wisata harus dikunjungi kalau ke Pulau Samosir, imbuhnya. (MR/ JB Rumapea)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.