Walau Covid-19, Kinerja Perbankan di Sumut Masih Stabil Terkendali

Walau Covid-19, Kinerja Perbankan di Sumut Masih Stabil Terkendali
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Posisi perbankan di Sumatera Utara (Sumut) saat pandemi Covid-19, Juni 2020 tetap dalam kondisi stabil. Namun dilihat dari kinerja Bank Umum dan BPR/BPRS berada pada posisi tingkat risiko. Pertumbuhan aset perbankan 6,12% secara year on year (yoy) atau sekitar Rp267,69 Triliun.

Ini sesuai data dari Humas Kantor Regional 5 Otoritas Jasa Keuangan Sumatera Bagian Utara (KR 5 OJK Sumbagut), yang diterima metrorakyat.com, Sabtu (22/8/2020), Medan.

Sebagai penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) meningkat 7,66% yoy mengalami peningkatan di kisaran Rp250,52 Triliun meliputi Deposito Rp109,21 Triliun yang tumbuh 5,93% yoy,

Tabungan Rp103,97 Triliun dan pertumbuhan 12,20% yoy, dan Giro Rp35,81 Triliun tumbuh 0,90% yoy. 

Untuk penyaluran kredit perbankan masih tumbuh 1,09% yoy jadi Rp220,01 Triliun yang didominasi kredit produktif Rp163,12 Triliun, disusul kredit konsumtif Rp56,89 Triliun. 

Merilis Loan to Deposit Ratio (LDR) perbankan di Sumut tetap terjaga di level 87,70%. Selanjutnya rasio Non Performing Loan (NPL) tetap terkendali 3,77%. Rasio NPL turun 0,06% dibanding April 2020 tercatat 3,83% di awal pandemi Covid-19 lalu.

“Penurunan sebagai respons adanya kebijakan stimulus restrukturisasi”, sebut Kepala KR5 OJK Sumbagut Yusup Ansori. 

Perusahaan Pembiayaan per Mei 2020 sudah menyalurkan anggaran pembiayaan Rp16,75 Triliun, rasio NPF cukup terkendali 3,66%. Sedangkan Perusahaan Modal Ventura juga sudah menyalurkan Rp54,88 miliar dengan pertumbuhan 57,78% yoy. 

Terkait Posisi Pasar Modal

Perusahaan industri Pasar Modal di Sumut, ada kemungkinan meningkat sesuai nilai transaksi saham cukup signifikan sejak April – Juni 2020 dengan rata-rata transaksi per bulan Rp 9,65 Triliun, meningkat lebih 2 kali lipat dibanding rata-rata transaksi periode Januari – Maret 2020 sebesar Rp 4,00 Triliun, seperti yang di papar kan oleh Yusup Ansori.

“Ini telah menunjukkan semakin tingginya minat masyarakat pada instrumen investasi pasar modal Indonesia, didukung tingginya pertumbuhan rekening investor atau Single Investor Identification (SID) per Juni 2020 sebesar 51,44% yoy atau 128.666 rekening”, cetusnya lagi.

Dari rekening terbanyak berada di instrumen Reksadana 94.381 rekening (tumbuh 71,06% yoy), diikuti rekening saham 58.880 rekening (tumbuh 35,37% yoy), Surat Berharga Negara (SBN) 18.651 atau 46,89% yoy, tutup Ansori. (MR/JB Rumapea).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.