OJK Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan di Sumut

OJK Tingkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan di Sumut
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) One Student One Account untuk meningkatkan Literasi dan Inklusi Keuangan di Sumatera Utara (Sumut).

Program tersebut digaungkan kepada One Student One Account (Satu Rekening Satu Pelajar) agar bisa berkontribusi peningkatan keuangan bagi anak didik.

Hal itu disampaikan Deputi Direktur OJK Kantor Regional 5 Sumatera Bagian Utara (KR5 Sumbagut), Andi M. Yusuf pada Focus Group Discussion (FGD) yang digelar Pemerintah Kota (Pemko) Tebing Tinggi di Aula Balai Kota Kantor Tebing Tinggi, Kamis (30/7/2020).

Sebagai peserta perwakilan Kepala Sekolah (Kepsek) se-Kota Tebing Tinggi dari tingkat SD/MI, SMP/MTs, SMA/MA dan SMK.

Lewat Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang terbentuk di 33 kabupaten/kota Sumut, sampai saat ini 31 Kabupaten/kota telah menerbitkan Surat Edaran (SE) tentang implementasi.

Acara FGD tetap mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan, yakni pakai masker dan menerapkan physical distancing untuk mencegah penularan Covid-19 untuk memberikan rasa aman k para peserta yang hadir agar tidak khawatir selama berlangsungnya kegiatan tersebut.

Sebagai peningkatan serta menumbuhkan kemandirian finansial mulai usia dini, Pemko Tebing Tinggi mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Simpanan Pelajar lewat

“Mewujudkan One Student One Account (OSOA) di Kota Tebing Tinggi. Kegiatan FGD dibuka Walikota Tebing Tinggi Ir J Umar Zunaidi Hasibuan, MM, hadir Deputi Direktur OJK KR 5 Sumbagut Andi M. Yusuf, Direktur KPw Bank Indonesia Provsu Andiwiana, Kepala Kantor Kementerian Agama, Kadis Pendidikan, Kabag Perekonomian dan unsur pengurus TPAKD Kota Tebing Tinggi.

Sebagai narasumber, perwakilan dari Bank Sumut, Bank Rakyat Indonesia dan Bank Mandiri, dengan mensosialisasikan produk simpanan pelajar serta beragam bentuk sinergi dilakukan bersama antara perbankan dengan Pemko dan pihak sekolah.

“Kemandirian finansial memiliki kecakapan pengelolaan keuangan tidak bergantung orang lain. Namun kemandirian finansial tidak terjadi begitu saja, harus dimulai sedini mungkin” tutur Umar.

Sambungnya, anak didik gemar menabung
merupakan salah satu langkah konkrit menuju kemandirian finansial, menanamkan karakter sejak usia dini. Tentu membutuhkan partisipasi banyak pihak, mulai dari orang tua, sekolah, kementerian/lembaga dan stakeholders dan lembaga jasa keuangan.

Pentingnya kolaborasi seluruh pihak mendorong budaya menabung sejak dini, sebagai persiapan generasi muda yang tumbuh memiliki kecakapan pengelolaan keuangan mampu membuat skala prioritas kebutuhannya.

Pemko bersama OJK dan Industri Jasa Keuangan tetap berkolaborasi melalui TPAKD untuk mendidik generasi muda secara financial khususnya gerakan ayo menabung terwujudkan dengan penerbitan SE Walikota Tebing Tinggi untuk implementasi One Student One Account.
Rapat koordinasi rutin dan rencana sosialisasi secara aktif dan massive kepada Kepsek beserta anak didik.

OJK KR5 Sumbagut berkomitmen tetap mendukung dan mendampingi implementasi program dan berharap semangat yang tumbuh di seluruh daerah di Sumut sehingga cita-cita generasi yang memiliki kecerdasan dan kemandirian finansial untuk mewujudkan masa depan. (MR/ JB Rumapea)

Tonton Video Arung Jeram di bawah ini:

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.