Anggota DPRD Samosir Sidak Pelabuhan Ferry Ambarita

Anggota DPRD Samosir Sidak Pelabuhan Ferry Ambarita
Bagikan

METRORAKYAT.COM, AMBARITA – Anggota DPRD Samosir dari Komisi III melakukan sidak atau meninjau Pelabuhan penyeberangan Ferry Ambarita di Kecamtan Simanindo, Kabupaten Samosir, Selasa (12/5/2020).

Kedatangan Komisi III DPRD tersebut dipimpin Ketua Jonner SImbolon didampingi Anggota.
Hal ini dilakukan untuk melihat secara langsung persiapan Tim Gugus Tugas Covid-19 di pelabuhan Ferry Ambarita yang bertugas dalam pemeriksaan setiap orang yang masuk ke Samosir sekaligus melihat persiapan PAM (Pengamanan Masyarakat) dalam rangka menyambut Idul Fitri, serta menyahuti kendala petugas ketika berada di lapangan, terang Jonner.

“Arahan serta dukungan kepada petugas gugus pintu masuk pelabuhan Ambarita perlu di perhatikan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir”, pintanya.

Bagi masyarakat yang tidak jelas tujuannya atau tidak memiliki surat rekomendasi dari pemerintah tempat tinggal semula serta tidak melampirkan surat sehat dari Dokter Rumah Sakit akan di ambil tindakan dengan cara memulangkan ke tempat asal, tegas Jonner.

“Menurut peraturan, yang bisa masuk pedagang dari luar itu, hanya membawa Sembako (Sembilan Bahan Pokok) diantaranya, Beras, gula pasir, minyak goreng (mentega), daging, telur ayam, susu, jagung, minyak tanah dan garam beryodium, itupun diupayakan agar mereka kembali segera tanpa menginap di Samosir”, terang Jonner.

Senada dengan itu, Briptu Kurniawan menerangkan keluhannya akan pihak sales dari berbagai merk rokok yang akan dibagikan di Kabupaten Samosir.

“Kadang kita kasihan, memulangkan para sales rokok, dimana mereka bilang bahwa gaji mereka didapat dari jumlah penjualan rokok mereka”, ujar anggota Polsek Ambarita, Briptu Kurniawan.
Namun, komisi III menyatakan jangan dikasih masuk sebab ini bukan termasuk dalam kebutuhan Sembako, dan mengharapkan agar petugas tegas dalam menegakkan peraturan. Bagi Sales rokok boleh masuk namun harus meninggalkan Identitas kemudian menghantarkan barangnya dan kembali sebelum ferry berangkat ke Ajibata. Dikesempatan itu juga dari tim medis menyampaikan akan kekurangan APD bagi mereka.

“Hal yang wajar dan sah sah saja permintaan dari tim medis akan kekurangan APD di pelabuhan tersebut, jadi itulah dulu dimanfaatkan menunggu dari kabupaten, namun selesai bekerja jangan lupa mencuci tangannya.

“Dan paling utama, jangan tinggalkan maskermu, saat berjumpa dengan penumpang, karena kita tidak kenal ciri-ciri dan tanda-tanda yang sudah terkena virus corona, lebih bagus menjaga, selalu saya tekankan untuk menjaga kesehatan kita.”, ucapnya. (MR/ JB Rumapea)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.