Dampak Covid -19, Omzet UMKM di Samosir Menurun.

Dampak Covid -19, Omzet   UMKM di Samosir Menurun.
Bagikan

METRORAKYAT.COM, SAMOSIR – Salah satu kebijakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Samosir untuk penanganan pencegahan wabah Virus Corona (Covid-19) serta status Siaga darurat bencana non-alam maka dilakukan penutupan semua objek-objek wisata di Samosir, sebut Kepala Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan Perindustrian Perdagangan (Disnakerkoperindag), Vikbon H Simbolon SPd, MM kepada metrorakyat.com melalui WA yang dikirim, Pangururan, Selasa (14/4/20).

Lanjut dia mengakui, bahwa dampak dari kebijakan ini pelaku UMKM di Samosir mengalami penurunan Omzet 70 s/d 80 persen. Hal ini berdasarkan pemantauan kelapangan seperti warung rumah makan, hotel, home stay, restoran, penjual souvernir, pengrajin, industri tenun, dan lainya.

Para UMKM sangat merasakan penurunan omzet dikarenakan pengunjung maupun wisatawan lokal dan luar negeri tidak ada yang berkunjung, ujar Vikbon.

Sesuai dengan arahan Pemerintah Pusat, maka menjadi yang titik fokus Pemkab adalah bidang kesehatan dalam upaya pengendalian dan pencegahan Covid-19. Social Safety Net atau yang berhubungan dengan bantuan-bantuan sosial, dan yang berkaitan dengan insentif bagi pelaku usaha dan UMKM, terangnya.

Untuk meringankan para pelaku UMKM , Pemkab Samosir tentu akan melakukan realokasi anggaran dan fokus kebijakan guna memberikan insentif sesuai kemampuan anggaran yang ada

“Saat ini Pemkab Samosir masih dalam proses perhitungan anggaran berapa dana yg dapat dikucurkan sesuai kemampuan anggaran yg ada. Sembari menunggu percepatan program jaringan perlindungan sosial (social safety net) yang dilakukan oleh pemerintah pusat untuk melindungi para pekerja informal dan harian serta perekonomian pelaku usaha mikro, kecil dan menengah dalam menghadapi wabah Covid-19”, ujarnya.

Semoga covid-19 ini cepat berlalu.
Dan berdasarkan data pelaku UMK secara terinci yaitu Warung 1228, Salon 43,Penjahit, 77, Bengkel 126, Industri Olahan 224, Tenun/Sablon 403, Pedagang Barang 1138, Usaha Jasa Lainnya 106, Pengrajin Batu dan Kayu 119, papar Vikbon mengakhirinya. (MR/JB Rumapea).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.