Bandara Rembele Bener Meria Periksa Pengunjung

Bandara Rembele Bener Meria Periksa Pengunjung
Bagikan

METRORAKYAT.COM, REDELONG – Menindaklanjuti instruksi Bupati Bener Meriah, Aceh, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bener Meriah mulai melakukan pemeriksaan pada seluruh pengguna jalan, baik yang masuk lewat pintu gerbang Bener Meriah di lintasan Km 35, Kecamatan Pintu Rime Gayo maupun lewat pintu gerbang Bener Meriah di jalan lintasan KKA, Buntul Kemumu, Kecamatan Permata.

Hal itu disampaikan Ketua Tim Bidang Publikasi Penanganan Covid-19 Kabupaten Bener Meriah, Irmansyah, S.STP., M.SP, melalui rilis yang diterima Metro Rakyat, Senin (23/03/2020).

“Pemeriksaan dilaksanakan mulai jam 12.00 s.d 16.00 WIB dan direncanakan sampai malam. Untuk memudahkan teknis di lapangan, Posko Pemeriksaan dipindahkan ke Puskesmas Blang Rakal dan di depan Masjid Buntul Kecamatan Permata,” kata Irmansyah yang juga Kepala Diskominfo Bener Meriah.

Ia mengatakan pada hari perdana, kendaraan yang dilakukan penjaringan berjumlah  78 unit. Sejumlah 428 orang  pengguna jalan  di-screening untuk diukur suhu tubuh dan tidak ditemukan suhu diatas 37 derajat celcius.

“Tujuan pemeriksaan ini  untuk mendeteksi sedini mungkin sekiranya ditemukan Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien dalam Perawatan (PDP), atau gejala covid-19 untuk secepatnya bisa ditangani sesuai SOP yang telah ditetapkan. Sampai sore Sabtu, (21/03/2020), di Bener Meriah tidak ditemukan ODP, PDP,  atau gejala covid-19,” terang Irmansyah.

Sementara itu, pemeriksaan juga dilakukan di pintu masuk Bener Meriah lewat udara, yaitu di Bandar Udara Rembele. Di bandara kebanggaan masyarakat Bener Meriah itu, selain telah dioperasikannya peralatan pendeteksi suhu tubuh berupa thermal scanner oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Wilayah Kerja Bandara Rembele, juga dilakukan pemasangan marka tentang Social Distancing. Pemasangan marka tersebut  untuk mengatur jarak minimal interaksi antara orang-orang di area bandara.

Misalnya, tempat duduk penumpang keberangkatan di ruang tunggu diberi jarak dengan tanda berupa garis dan contoh gambar simulasi dipasang pada tiap-tiap titik akses para penumpang. Begitu pula bagi penumpang ketibaan juga dilakukan hal yang sama.

“Meskipun hal ini tidak 100% tertular virus corona, tapi paling tidak bisa mengurangi dampak penularan yang mungkin saja bisa terjadi,” kata Iwan Mulya, Kepala Seksi Subseksi Teknik, Operasi, Keamanan dan Pelayanan Darurat UPBU Rembele.

Iwan Mulya berharap para calon penumpang dapat mengikuti arahan petugas dan mengikuti marka yang telah dibuat demi terciptanya ketertiban, kenyamanan, dan keselamatan bersama. (MR/RN)

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.