Tahun Ini Hingga Tahun Depan Pemdes Samiri Fokus Bangun Jalan Menuju Air Terjun
METRORAKYAT.COM, NIAS SELATAN – Desa Samiri Kecamatan Lolowa’u Kabupaten Nias Selatan adalah desa pemekaran dari desa Lolomoyo yang terletak di sebelah Utara Kota Kecamatan Lolowa’u. Desa ini bisa terbilang dulunya sebagai desa terisolir dari antara keempat belas desa yang ada di wilayah Kecamatan Lolowa’u karena sejak Indonesia merdeka baru tahun 2019 yang lalu desa tersebut dialiri arus listrik Negara.
“Saya memperjuangkan aliran listrik ini hingga ke Provinsi, itupun masih ada sekitar 1300 meter lagi yang belum terpasang tiang, yaitu menuju Sekolah SDN Samiri dan Balai desa yang terletak di Dusun III (tiga),” jelas kades, kepada MetroRakyat Jum’at (27/02/20) di Kantornya.
Sebagaimana hasil pantauan wartawan, bahwa dalam beberapa tahun terakhir desa Samiri mulai berbenah, baik dari segi infastruktur, seperti pengaspalan jalan, Rabat beton, pembangunan gorong – gorong dan yang lebih menarik lagi yaitu kegiatan perkembangan perekonomian masyarakat yang dikenal dengan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dimana permodalannya bersumber dari Dana desa, dan kegiatan tersebut telah dimulai tahun 2019 yang lalu khusus bidang ternak ayam pedaging.
“Air terjun Samiri satu – satunya tempat wisata di Kecamatan Lolowa’u dan kita sudah programkan mulai tahun ini hingga tahun 2021 untuk membangun jalan menuju kesana. Karena anggaran dana desa tahun 2019 fokus untuk pengaspalan jalan menuju simpang desa Soledua Kecamatan Hilimegai, beberapa bangunan gorong gorong, Rabat beton dan sebagian untuk Bumdes,” jelas Kades.
Kades Samiri menambahkan bahwa air terjun Samiri dapat menarik perhatian para pengunjung/Wisatawan kedepan apabila akses jalan kesana sudah memadai dan dapat berpotensi untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa sekitar. Disamping itu kades Samiri serta masyarakat disana berharap kepada Pemerintah Kabupaten Nias Selatan (Nisel) supaya membantu percepatan pembangunan disana, atau setidaknya melakukan surfey terlebih dahulu supaya Pemerintah mengetahui potensi yang ada di desa Samiri.
“Kalau hanya bergantung dari dana desa, tentu prosesnya lambat. Besar harapan kami kepada Pemerintah Kabupaten Nias Selatan (Nisel) supaya memperhatikan pembangunan di desa Samiri kedepan,”tutup kades. (MR/BW).
