UPTD Puskesmas Gunungsitoli Gelar Program SKSD
METRORAKYAT.COM, GUNUNGSITOLI – Pemerintah Kota Gunungsitoli melalui UPTD Puskesmas Kecamatan Gunungsitoli menggelar program inovasi baru dengan melakukan Skrining Kesehatan uSia proDuktif (SKSD) atau penjaringan kesehatan bagi warga usia produktif mulai dari 15-59 tahun, yang dilaksanakan di depan Pos Lantas Gunungsitoli.
“Hal itu dilakukan untuk mengontrol serta menjaga kesehatan masyarakat secara optimal baik dengan upaya preventif seperti penyuluhan dan kuratif melalui sistem rujukan ke Puskesmas setempat,” kata Kepala Puskesmas Kecamatan Gunungsitoli Elvivian N. Zebua kepada wartawan. Sabtu (08/02/2020) sore.
Elvivian menjelaskan, Program SKSD bertujuan memberikan pelayanan dasar (deteksi dini kesehatan) kepada masyarakat di kecamatan gunungsitoli.
“Pelayanan dasar dimaksud meliputi upaya promosi tentang kesehatan, pelaksanaan germas, deteksi dini penyakit tidak menular dan ditutup dengan konsultasi dengan tenaga medis puskesmas,” jelasnya.
Lanjut Elvivian, Program ini terbentuk atas dasar evaluasi dari capaian pelayanan kesehatan tahun 2019 yang lalu. Dimana, rendahnya pelayanan kesehatan kepada usia produktif di kecamatan gunungsitoli sebesar 86%.
“Ini artinya masyarakat usia produktif (usia 15-59 tahun) masih belum rutin memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan,” terangnya.
Ia juga memaparkan banyak faktor yang mempengaruhi alasan masyarakat tidak rutin memeriksakan diri antara lain : merasa tidak sakit, beranggapan masih usia muda jadi tidak perlu cek kesehatan, fasilitas kesehatan jauh, tidak ada waktu atau karena sibuk dan tidak ada biaya.
Berdasarkan persentase, Kalau jumlah penduduk di kecamatan gunungsitoli 65.000, 14% berarti 9.100 orang masyarakat yang tidak pernah cek kesehatan.
Oleh sebab itu, puskesmas gunungsitoli berupaya agar masyarakat dapat lebih peduli dengan kesehatannya, khususnya muda/i yang masih masa pertumbuhan.
Disamping itu, Program SKSD ini juga merupakan program dengan upaya pendekatan kepada masyarakat yang dilaksanakan langsung di pusat kota atau tempat yg ramai dikunjungi masyarakat, dengan tujuan agar memudahkan masyarakat menjangkau dengan sekaligus melakukan aktivitas lain secara bersamaan.
“Untuk jadwal akan dibuat berkelanjutan namun sebelumnya harus dievaluasi dulu, karena seyogyanya skrining kesehatan 1x setahun sudah cukup, kecuali yang hipertensi dan diabetes wajib 1x sebulan skrining minimal ukur tekanan darah dan kadar gula,” ucapnya.
Dia juga mengharapkan masyarakat rutin memeriksa kesehatan, utamanya usia 15-59 tahun minimal skrining atau cek kesehatan saja dan yang tergolong sehat setiap bulan hanya rutin cek tekanan darah saja.
“Tidak harus sakit dulu baru cek, mencegah lebih baik dari pada mengobati,” tandasnya mengakhiri. (MRd1-red)

