2019, Perbankan Syariah di Sumbagut Tumbuh 13, 58 Persen

2019, Perbankan Syariah di Sumbagut Tumbuh 13, 58 Persen
Bagikan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Pertemuan tahunan Industri Jasa Keuangan (IJK) 2020, membawa thema “Ekosistem Keuangan Berdaya Saing untuk Pertumbuhan Berkualitas”, ini cukup menggembirakan para pegeliat ekonomi di daerah. Dimana aset perbankan syariah di Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) tumbuh double digit sebesar 13,58 persen.

Ini menunjukkan minat masyarakat semakin tinggi dalam menggunakan perbankan syariah, ujar Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kantor Regional 5 Sumatera Bagian Utara (OJK KR 5 Sumbagut) Yusup Ansori kepada peserta di Hotel Santika dyandra Medan, Selasa (4/2/20).

Dimana perbankan syariah mendorong market share di Sumbagut meningkat dari 11,24 persen tahun 2018 jadi 12,15 persen akhir tahun 2019. Market share perbankan syariah di Sumbagut melampau capaian secara nasional sebesar 16,13 persen. “Dari sisi IJK non bank, penyaluran pembiayaan industri Perusahaan Pembiayaan (IPP) Sumbagut tergolong baik”, ungkap Yusup.

Untuk portofolio pembiayaan tahun 2019 mencapai Rp45,07 triliun atau 9,6 persen terhadap portofilio nasional. Sementara Sumatera Utara (Sumut) sendiri merupakan provinsi jumlah pembiayaan cukup tinggi secara nasional di luar pulau Jawa, capaian sebesar Rp17,56 triliun, dengan Non Performing Financing (NPF) rendah 2,15 persen.

Untuk nilai pinjaman perusahaan pegadaian di Sumbagut Rp5,74 triliun, tymbuh 12, 65 persen, yang di dominasi Provinsi Sumut 51,43 persen, cetus Yusup. (MR/ JB Rumapea).

Redaksi Metro Rakyat

PT. Metro Rakyat Kreasi - Situs Berita Portal online - Berita Mendidik, Aktual & Inovatif.