Kembali Ribuan Rumah di Asahan Terendam Banjir 
METRORAKYAT I ASAHAN — Ribuan rumah warga dari 11 Kecamatan di Kabupaten Asahan kembali terendam banjir yang di akibatkan hujan yang cukup deras dalam beberapa hari disertai sungai sudah tidak mampu menampung debit air yang cukup tinggi. Adapun ketinggian air yang merendam rumah warga mencapai ketinggian 50 cm hingga 60 cm. Dampak banjir terparah di Desa Silau Tua, Kecamatan Tinggi Raja dan Desa Piasa Ulu, Kecamatan Buntu Pane.
Sementara, data yang dihimpun BPBD Kabupaten Asahan, selain ribuan rumah, sebanyak 3 Sekolah Dasar (SD) dan 5 kantor Pemerintahan juga terdampak banjir. Lalu ratusan hektar lahan pertanian, seperti tanaman padi maupun palawija rusak akibat terjangan banjir. Kemudian, bencana banjir juga menimbulkan kerugian infrastruktur, seperti jebolnya 8 tanggul, terputusnya beberapa jembatan, drainase dan sejumlah ruas jalan yang yang terabrasi. Banjir juga mengakibatkan longsor di beberapa wilayah Asahan. Kepala BPBD Kabupaten Asahan, Syarifuddin Harahap, kepada Metrorakyat.com, Kamis (9/11/2017) menjelaskan banjir akibat hujan yang terjadi di hulu sungai di Kabupaten Simalungun.
Curah hujan dengan intensitas bervariasi, ringan, sedang maupun tinggi menyebabkan debit air meningkat, diikuti dengan naiknya permukaan air sungai.
” Hal ini semangkin diperparah dengan rendahnya dinding sungai karena tidak mampu menampung tingginya debit air. Sehingga limpahan air meluap ke pemukiman warga dan jalan, ” jelasnya. Untuk mengatasi dampak banjir, pihaknya telah mendirikan Posko Induk Tanggap Darurat, di halaman Kantor BPBD dan sejumlah posko lapangan, posko kesehatan dan dapur umum, ” Selain itu logistik juga telah disalurkan ke posko – posko guna membantu para korban banjir, ” pungkasnya. (MR/Abid)
