Walikota Berharap Nantinya Ada Aturan Hukum Yang Membolehkan Barang Sitaan Dapat Di Hibahkan

Views: 18

METRORAKYAT.COM, LANGSA – Walikota Langsa Usman Abdullah,SE memusnahkan sejumlah barang sitaan yang dilangsungkan di Kompi 2 Batalyon B Pelopor Sat Brimob, Aramia, Rabu (5/12/18) pagi.

Pada kesempatan itu Walikota Langsa Usman Abdullah,SE mengatakan pemusnahan barang sitaan telah sering dilakukan,saya berharap adanya regulasi hukum yang dapat digunakan untuk menghibahkan barang-barang sitaan yang sudah di uji karantina kepada masayarakat.

“Sudah beberapa kali pemusnahan barang tangkapan ini kedepannya mudah-mudahan ada payung hukumnnya bagi tanaman-tanaman yang sudah aman dari karantina agar dapat kita serahkan ke masyarakat,”imbuhnya.

Seperti kelapa pandan dan kurma, lanjutnya, tanaman ini nilainya sangat mahal. “Teknologi penelitian untuk tanaman ini sangatlah mahal dan butuh waktu yang lama. Hasil teknologi penemuan tanaman ini sangatlah berguna bagi kita dalam pengembangan pertanian.

” Sehingga tanaman-tanaman ini daripada kita musnahkan dapat kita manfaatkan bagi masyarakat yang membutuhkan “.

Dirinya mengaku siap memberikan rekomendasi untuk membuat regulasi itu. “Apabila membutuhkan rekomendasi dari Walikota untuk payung hukumnya, saya siap memberikan rekomendasi “, ulang walikota secara tegas.

Walikota juga mengapresiasi kinerja Bea Cukai Langsa yang telah mengamankan penyelundupan barang-barang ilegal ini.

Agus Teguh Rodianto Kasubsi Penyidikan Bea Cukai Langsa menjelaskan jenis barang sitaan yang dimusnahkan berupa bibit pohon kurma, bibit pohon kelapa dan ayam.”Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar “,jelasnya.

“Barang ilegal itu merupakan hasil tangkapan yang dibawa oleh Kapal KM Aman GT 25 No. 222/QQd dari Pelabuhan Satun Thailand menuju dan akan dibongkar di Matang Seping, Kabupaten Aceh Tamiang,”bilangnya.

Lanjutnya, pada senin 8 Oktober 2018 sekitar pukul 3.15 WIB di sekitar perairan pantai Keramak, Aceh Tamiang, tim Kapal Patroli BC 20010 berhasil menggagalkan penyelundupan barang ilegal yang diperkirakan bernilai ratusan juta rupiah.

Pemusnahan barang sitaan telah mendapatkan penetapan musnah dari Ketua Pengadilan Negeri Kuala Simpang.

Atas tindakannya tersangka diancam dengan hukuman penjara minmal 1 tahun dan maksimal 10 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp. 50 juta dan paling banyak Rp. 5 Milyar. (MR/ATAR)

0

Your Cart