PERISTIWA

Untuk Kuatkan Alat Bukti, Satreskrim Polrestabes Bersama Ahli Forensik Gali Kuburan Nurhayati

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Untuk menguatkan alat bukti tindak pidana pembunuhan, Satreskrim Polrestabes Medan bersama tim ahli forensik terpaksa melakukan eksomasi ( menggali kembali ) kuburan Nurhayati yang ditemukan meninggal Dunia pada 10 Febuari 2019 dalam keadaan leher dan matanya luka memar serta hidung dan mulutnya mengeluarkan darah. Jenazah Nurhayati ditemukan di jalan SM Raja gang Mesjid no 15 E kelurahan Teladan Barat kecamatan Medan Kota sekitar jam 8:00 WIB.

Pihak keluarga yang merasa kematian korban penuh kejanggalan dan di duga sebagai korban pembunuhan langsung membuat laporan ke Polrestabes Medan.

Menerima laporan tersebut unit pidana umum satreskrim Polrestabes Medan dibawah pimpinan Kanit pidum, Iptu M.Said Husen dan kasubnit I Pidum Ipda Toto Hartono dan Jajaranya langsung melakukan penyelidikan dan mencari keterangan saksi-saksi. Dan dari hasil full baket di dapatlah seorang nama pelaku dan untuk menguatkan bukti-bukti yang ada Polrestabes Medan terpaksa melakukan eksomasi ( gali kubur ) untuk melakukan Outopsi di lokasi perkuburan.

Dari hasil Outopsi didapatlah bahwa kematian Nurhayati di sebabkan karena pendarahan di otak akibat benturan di kepala dan memar pada leher.

Setelah merasa yakin dan memiliki bukti yang cukup kuat, unit pidana umum ( Pidum ) satreskrim Polrestabes Medan langsung memburu pelaku yang keberadaanya diketahui sedang berada di jalan SM Raja gang Mesjid dan disana polisi berhasil pelaku yang bernama Abdul Hadi alias Dedek ( 12/4/2019).

Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira saat dikonfirmasi metrorakyat.com melalui sambungan telepon membenarkan bahwa jajaranya telah berhasil mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan Nurhayati.

” Jadi saat korban di temukan dalam keadaan tak bernyawa dengan kondisi mulut dan hidung mengeluarkan darah, pihak keluarga merasa bahwa kematian anggota keluarganya itu tidak wajar langsung membuat laporan pada kami, dan saat kami selidiki dan kami periksa saksi di dapatlah nama pelaku, dan untuk menguatkan bukti-bukti kami terpaksa membongkar kuburan almarhumah Nurhayati untuk di Outopsi,”‘jelas Putu.

Katanya lagi, dari hasil forensik didapatlah penyebab kematian korban karena pendarahan di kepala dan memar pada bagian leher.

” Kami langsung memburu pelaku yang tak lain adalah Abdul Hadi ( 32) warga jalan SM Raja gang Mesjid no 10 kelurahan Teladan Barat kecamatan Medan Kota, dan saat akan di tangkap TSK Abdul Hadi alias Dedek melakukan perlawanan pada petugas yang bisa membahayakan keselamatan petugas hingga pada TSK di berikan tindakan tegas terukur dengan menembak kakinya dan berdasarkan keteranganya ia mengakui bahwa telah membunuh korban karena sakit hati dan membunuhnya dengan cara mencekik leher korban dan membenturkan kepala korban kelantai kamar dan setelah korban tak bernyawa, tubuh korban di letakan di atas tempat tidur dan menyelimuti tubuhnya dengan kain dan langsung meninggalkan tubuh korbanya,” pungkas AKBP Putu Yudha Prawira. (MR/Suriyanto)

Bagikan:
Redaksi Metro Rakyat
PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif
https://www.metrorakyat.com