TNI MERAKYAT

TNI AU dan Kementerian PUPR Tatap Muka di LANUD SIM Bahas Alih Status Lahan


METRORAKYAT.COM, ACEH – Bertempat di VIP Room Lanud Sultan Iskandar Muda. Kamis (11/7), berlangsung acara tatap muka TNI AU dan Kementerian PUPR guna membahas alih status tanah Lanud Sultan Iskandar Muda untuk pembangunan Markas Batalyon Komando Paskhas yang terkena rencana pembangunan Proyek Strategis Nasional ruas jalan tol Sigli – Banda Aceh.

Hadir dalam acara ini Aslog Kaskoopsau I Kolonel Tek Susanto, Kasubdis Bankum Diskumau Kolonel Sus Taufan Handriawan, Danyonko 469 Paskhas Letkol Pas J. Sitinjak, Kasubsi Invent Subdis BTB Disfaskonau Mayor Sus Harsoyo, Pabandya Faskon Slog Kaskoopsau I Mayor Sus Wahyudiono, Dankipan C Yonko 469 Paskhas Kapten Pas Gerry Kurniawan, Kasatker Pengadaan Tanah Jalan Tol Wilayah II Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR Tendi Hardianto, PPK Pengadaan Tanah Jalan Tol Sibanceh I Alfisyah, KTU PPK Sibanceh I Ashadi Muliadi, BPN Aceh Samsul Bahri dan pejabat Lanud Sultan Iskandar Muda.

Mengawali sambutannya, Danlanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Pnb Hendro Arief H., S.Sos., mengatakan bahwa pembangunan proyek strategis nasional jalan tol Sigli-Banda Aceh merupakan bagian dari proyek jalan tol Trans Sumatera, dimana secara resmi diletakan batu pertama oleh Presiden RI Joko Widodo pada Desember 2018 lalu dengan kurang lebih sepanjang 75 kilometer sebagai salah satu upaya memudahkan mobilitas masyarakat dan barang dari daerah untuk pertumbuhan ekonomi.

Dikatakan sejauh ini program tersebut berjalan lancar, namun terdapat beberapa status lahan TNI AU yang digunakan sebagai ruas jalan tol dimana luas tanah sekitar 45.000M2 yang berada di Jalan Blang Bintang-Krueng Raya, Desa Data Makmur, Blang Bintang Aceh Besar terkena rencana penggunaan lahan seluas kurang lebih 4.147M2. “Besar harapan kami, kedatangan bapak-bapak sekalian dapat menemukan solusi terbaik, karena tentunya kami mendukung program pemerintah dalam pembangunan jalan tol ini,” ujar Danlanud Sultan Iskandar Muda karena lahan tersebut memiliki nilai strategis dalam mendukung tugas pokok TNI AU yang rencana kedepannya dibangun Markas Batalyon Komando Paskhas untuk pengamanan aset dan pangkalan serta menjaga keutuhan wilayah di ujung barat NKRI.

Hal serupa dikatakan Aslog Kaskoopsau I bahwa kedatangan tim beserta rombongan sebagai bentuk tindaklanjut perintah Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M., terkait rencana penggunaan aset TNI AU untuk digunakan sebagai ruas jalan tol Sigli-Banda Aceh. “Perlu adanya pembicaraan dan koordinasi yang baik pihak terkait agar tidak menimbulkan permasalahan dikemudian hari, karena pada dasarnya TNI AU sangat mendukung program pemerintah,” katanya yang dilanjutkan paparan dari Lanud Sultan Iskandar Muda, Disfaskonau dan Diskumau terkait aset tanah TNI AU di wilayah Lanud Sultan Iskandar Muda.

Menanggapinya, Bapak Tendi Hardianto dari Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR berterima kasih atas sambutan pihak TNI AU dalam memfasilitasi tatap muka untuk berkomunikasi, koordinasi sehingga menemukan win win solution dalam penggunaan tanah TNI AU untuk proyek pembangunan ruas jalan tol Sigli-Banda Aceh. “Tentunya kita bersama-sama untuk mewujudkan program pemerintah dengan berkoordinasi secara prosedural dalam mengatasi permasalahan penggunaan tanah ini, dengan harapan tatap muka ini dapat memberikan masukan kepada pimpinan untuk menentukan kebijakan kedepannya,” katanya dan setelah paparan, tanggapan serta tanya jawab dilanjutkan peninjauan lokasi tanah Paskhas yang berada kurang lebih 3,5 Km dari Lanud Sultan Iskandar Muda. ( MR/Suriyanto/Red )

Bagikan:
Redaksi Metro Rakyat
PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif
https://www.metrorakyat.com