BERITA UTAMA

Terkait Kematian Golfrid, ini kata LBH dan Kasat Reskrim Polrestabes Medan

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Terkait kematian aktivis HAM WALHI Sumut Golfried Siregar yang juga merupakan anggota Advokat pada tanggal (6/10/2019) Lalu, Lembaga Bantuan Hukum Medan, Muhammad Alinafiah Matondang. S.H., M.Hum angkat bicara.

Melalui siaran persnya no 184/LB/PP/X/2019 Divisi sumber daya alam dan lingkungan, LBH meminta aparat kepolisian agar mengusut tuntas atas meninggalnya Golfried Siregar.

Dalam siaran pers tersebut dituliskan bahwa korban ditemukan pertama kali oleh seorang penarik becak yang kebetulan melintas dan melihat kondisi korban dalam keadaan tidak sadarkan diri di jalan layang, Simpang Pos Jalan Jamin Ginting pada pukul 01:00 WIB setelah ditemukan korban lalu dibawa ke RS Mitra Sejati dan selanjutnya dirujuk kembali ke RS Haji Adam Malik.

Golfried saat dirawat di RS Adam Malik Medan

“Semula kan kematian Golfried diduga disebabkan akibat kecelakaan lalu lintas yang disinyalir sebagai korban tabrak lari, kami sangat menyayangkan pernyataan yang dinilai prematur, karena pihak kepolisian pada saat itu blom melakukan penyelidikan dan penyidikan di lapangan dan terlalu cepat menyimpulkan penyebab kematian korban sebab hal ini bila terus menerus terjadi maka akan banyak yang dirugikan,” ucap Muhammad Alinafiah Matondang.

Lanjutnya lagi, kematian korban tentunya meninggalkan duka yang mendalam bagi keluarga maupun dikalangan aktivis Hukum dan HAM di seluruh tanah air tampa terkecuali LBH Medan.

“Melihat adanya beberapa kejanggalan dalam kasus ini membuat kami kwartir dan curiga, jangan-jangan ini perbuatan yang disengaja untuk menghilangkan nyawa seseorang, dapat di kualifisir hal ini merupakan tindakan pembunuhan. Karena sebelumnya Golfried dikabarkan dinyatakan hilang artinya ada sebuah rangkaian yang mencurigakan. Kami mendesak pihak kepolisian untuk segera mengungkap kasus ini dan menangkap pelakunya jika memang yang bersangkutan adalah korban kejahatan. Dimata kami Golfrie adalah sosok yang vokal dalam membela hak-hak masyarakat tertindas, kami kwartir jika kasus ini tidak ada kejelasan maka hal demikian rupa dapat saja menimpa aktifis hukum dan HAM yang lain,” ucap kepala divisi sumber daya alam dan lingkungan LBH Medan.

Lebih jauh Matondang mengatakan bahwa kepolisian dinilai lambat dalam menangani kasus ini, ditandai lamanya proses penyelidikan dan penyidikan terhadap pelaku, LBH juga meminta agar pihak kepolisian agar transparan dan melibatkan aktivis-aktivis HAM di Sumatera Utara dalam proses lidik maupun Sidik.

Sementara itu beredar kabar dikalangan wartawan bahwa pelaku penganiayaan Golfried sudah ditangkap satreskrim Polrestabes Medan, melalui percakapan WhatsApp (9/10/2019), Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Eko Hartanto membantah bahwa pihaknya telah menangkap pelaku dan belum bisa memastikan, kalau kematian Golfried adalah korban pembunuhan.

“Belum tertangkap bang, kami masih lakukan penyelidikan yang intensif untuk menangani kasus ini dan belum bisa dipastikan bahwa itu adalah pembunuhan, bersabar, tim masih bekerja, mohon doanya, semoga kasusnya terang bang,” pungkas Kompol Eko Hartanto. ( MR/Suriyanto/Red )

Bagikan:
Redaksi Metro Rakyat
PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif
https://www.metrorakyat.com