Terbukti Secara Sah dan Meyakinkan Melanggar UUD RI No 35 Tahun 2009, Koptu Nurdianto Dituntut Hukuman Seumur Hidup

METRORAKYAT.COM, MEDAN – Oditur militer 1-02 yang dipimpin Kolonel Sus Budiharto dalam pembacaan tuntutan pada sidang kasus tindak pidana narkotika terhadap dua orang oknum anggota TNI dalam sidang di pengadilan tinggi militer jalan ngumban Surbakti (1/11/2018) jam 13:00 WIB, menuntut Koptu Nurdianto NRP 310004344900381 yang menjabat Wadanru 1 ton ATGM Kinanti yonif 125/SMB warga jalan asrama Yonif 125/SMB kabanjahe  dengan tuntutan hukuman seumur hidup.

Terdakwa ditahan mulai tanggal 9 November 2017 berdasarkan keputusan penahanan sementara dari Danyonif 125/SMB selaku Ankum dengan nomor skep 45/IX/2017 tanggal 8 November 2017 yang diperpanjang berturut-turut terakhir dengan skep Dan brigif 7/RR selaku Papera nomor Kep/9/III/2018 tanggal 21 Maret 2018 dan sampai sekarang masih di tahan di Staltahmil Pomdam I/BB.

Terdakwa diperikasa dalam persidangan ini berdasarkan keputusan penyerahan perkara dari Danbirigif 7 / RR dengan nomor keputusan /3/III/2018 tanggal 21 Maret 2018.

Dalam persidangan Serka M .Hafiz yang menjabat Dansi Intelpur Kima Yonif 125/SMB sebagai saksi dalam perkara ini  menerangkan bahwa pada tanggal 18 September 2917 setelah dilakukan pemeriksaan terhadap terdakwa oleh staf Sinteldam I/BBterdakwa menjelaskan sudah 6 kali di suruh oleh Aiptu Suhermanto ( Kapospol Airud pantai Cermin) Polres Serdang Bedagai menjemput dan menerima narkoba jenis sabu dari tengah lautan dari Panjul alias Boy dari tengah lautan bersama Adi dan Heri Agus Marzuki menggunakan dua speed boat dengan upah Rp 10 juta.

Selanjutnya pada hari Sabtu tanggal 15 Juli 2017 jam 02:30 WIB terdakwa dan Adi tiba didaratan pantai Cermin ( pantai 88) kecamatan Perbaungan dan bertemu dengan Bambang dan Gani selanjutnya terdakwa menyerahkan dua karung goni warna putih dan 1 tas ransel warna hitam yang diduga berisi Sabu kepada Aiptu Suherianto dan selanjutnya terdakwa dan Adi kembali kerumahnya masing-masing namun sekira jam 5:30 WIB terdakwa dihubungi oleh Aiptu Suherianto yang menyuruh terdakwa dan Adi berkumpul di warung samping SPBU simpang tiga Pantai Cermin karena karena 6 bungkus sabu hilang dan meminta pertanggung jawaban pada keduanya.

Selanjutnya terdakwa ( Koptu Nurdianto ) bersama Adi Sumantri  datang untuk bertemu teman-temanya di warung samping SPBU dusun I Desa Pasar Bengkel kecamatan Perbaungan kabupaten Serdang Bedagai namun keduanya tidak mengetahui bahwa Heri Agus Marzuki, Edy Syahputra telah ditangkap BNN RI dan setelah di geledah ternyata didalam mobil Innova yang dikendarai para pelaku ditemukan sabu sebanyak 44 Bungkus (45,599 gram), namun terdakwa ( Koptu Nurdianto ) menunjukkan kartu anggota TNI miliknya dan mengatakan bahwa ia tidak kenal dengan para pelaku, namun pihak BNN RI hanya memfoto KTA tersebut.

Kolonel Sus Budiharto selaku kepala Oditur Militer 1- 02 ketika dikonfirmasi akan hal ini mengatakan bahwa terdakwa Koptu Nurdianto telah beberapa kali melakukan penyelundupan sabu bersama rekannya.

” Terdakwa sudah 6 kali menjemput dan mengantar kan sabu seberat 20 kilo gram atas suruhan Aiptu Suherianto dan biberi upah Rp.10.000,000 persatu kali mengantarkan dan menjemput sabu di lautan diantara pulau Salah nama dan Pulau Pandang kecamatan Tanjung Tiram kabupaten Batu  Bara diantara ya pada bulan Desember 2018, bulan Januari 2017, Maret 2017, April 2017, Juni 2017 dan Juli 2017,”ungkap Kolonel Sus Budiharto.

Tambahnya lagi, ada 9 orang yang di sidangkan dalam kasus ini, 8 diantaranya di sidangkan di pengadilan negeri termasuk Aiptu Suherianto dijatuhi hukuman mati dan 1 orang di pidana seumur hidup, sedangkan dua orang diantaranya atas nama Muhammad Syafii dan Bambang Julianto ditembak mati oleh BNN RI dan kepada Koptu Nurdianto telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana tamnpa hak dan melawan hukum menyerahkan narkotika golongan I. “Untuk itu kami menuntut hakim untuk menjatuhkan hukuman kepada Koptu Nurdianto dengan pidana pokok penjara seumur hidup,denda 5 milyarder rupiah dan pidana tambahan dipecat dari dinas militer angkatan darat dan memohon agar terdakwa agar tetap ditahan,” ucap Budiharto.

Tambahnya lagi  yang memberatkan terdakwa telah merusak citra TNI dimata masyarakat yang tidak sesuai dengan Sapta marga ,sumpah prajurit dan 8 wajib TNI, perbuatan terdakwa dapat merusak generasi penerus dan terdakwa melakukan perbuatan itu lebih dari satu kali dan hal yang meringankan adalah terdakwa telah lama mengabdi di TNI dan telah banyak melakukan tugas operasi serta belum pernah dihukum. (MR/Suriyanto)

Bagikan :