DAERAH

Study Tiru Kelompok Nelayan Distrik Kofiau Mengenai Pengolahan Produk Perikanan

METRORAKYAT.COM, MAKASSAR – Bertempat di kelurahan Patingallong kecamatan Ujung Tanah Kota Makassar, pusat penjualan olahan ikan Kwn Fatima Az Zahra. Kamis (7/10/19).pukul 11,30 WIT.

Telah laksanakan study tiru kelompok Nelayan distrik Kofiau mengenai pengolahan produk perikanan, didampingi oleh dinas pemberdayaan perempuan perlindungan anak dan keluarga berencana (DP3AK) Kabupaten Raja Ampat

Mengawali sambutan Anggota DPRD Raja Ampat, Feronika Watem, mengatakan bahwa kegiatan study tiru kelompok nelayan ibu-ibu dari Kofiau, guna belajar mengenai cara pengolahan ikan hasil mancing menjadi nilai ekonomi.

Ditambahkan Feronika Watem,tujuan study tiru adalah mendorong pengolahan hasil perikanan, dan menjadi Produk olahan yang dihasilkan dan menambah ekonomi bagi rumah tangga.

Lanjut dia, banyak hasil perikanan berupa ikan di daerah Kofiau namun karena tidak ada pelatihan. ” Maka disini peserta diberikan gambaran mengenai tentang cara pengolahannya,”ungkap Feronika.

Feronika menambahkan juga, kehadiran mereka disni tidak salah karena disini adalah pusat penjualan olahan ikan Kwn Fatiman Az Zahrah.

“Oleh karena itu kita disini mendengarkan pengalaman usaha untuk menambah motivasi, mempelajari teknologi pengolahan produk ikan,”tambahnya.

Sementara,Fatima Az Zahrah, mengawali materi memperkenalkan Produk Pengolahannya, bahwa kurang lebih 600 perempuan sudah terlibat dalam komunitas yang dibentuk ini.

Dari materi yang disampaikan juga mengenai masalah ekonomi,seperti yang dikatakannya bahwa biasanya masalah ekonomi tidak sehat membuat terjadinya kekerasaan dalam rumah tangga,Apalagi di pesisir musim tidak melaut bingung mau masak apa.

“Makanya kami mendorong perempuan pesisir untuk mengolah hasil tangkapan suaminya supaya bernilai ekonomi yang lebih baik,” ungkapnya.

Ia juga menyebutkan biasanya disini sistim belanja pake keranjang/eceran, macam belanja ikan harga Rp 75.000.00,dan di olah menjadi abon ikan per kilogram Rp 160.000, peningkatannya luar biasa.

“Inilah yang mendorong perempuan pesisir untuk mengola hasil tangkapan suami. Saya sangat sedih bicara tentang perempuan pesisir, karena yang ada kita perempuan yang terkebelakang perempuan yang bodoh, tidak memiliki akses oleh karena itu lewat kegiatan ini kita dituntut mengerti hak-hak dasar kita,”pungkas.(mr/Felik)

Bagikan:
Redaksi Metro Rakyat
PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif
https://www.metrorakyat.com