DAERAH

Soal Kekosongan LPG 3 KG, BEM FP Desak Pemkab Aceh Utara Ambil Peran

METRORAKYAT.COM, LHOKSUKON – Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Pertanian (BEM-FP) Universitas Malikussaleh (Unimal) Aceh Meminta Pemkab Aceh utara dan PT Arun Gas dan Pertamina Hulu Energi ( PHE NSB) harus bertanggung jawab terhadap kekosongan Tabung gas Elpiji 3 KG yang sudah menjadi tradisi setiap lebaran di Aceh Utara.

“Sebagaimana yang kita ketahui Aceh utara adalah produksi Gas terbesar di Aceh terdiri dari produksi PT Arun Gas dan PHE NSB,”ujar Hamid. Senin (12/8/19).

Namun sunggug sangat miris ketika hasil tersebut mencapai di Atas rata-rata Namun pasokan Gas Elpiji 3 kilogram selalu langka setiap lebaran di Aceh utara.

Dan kelangkaan Gas elpiji 3 kilogram juga di duga ada permainan calo-calo di Aceh Utara yang menyetop Elpiji tersebut dalam jumlah yang sangat banyak untuk persiapan lebaran.

Dan kelangkaan tersebut menyebabkan harga naik drastis, biasanya membeli elpiji di kios atau pengecer dengan harga Rp 22 sampai 25 ribu.
Namun, dalam sepekan terakhir ini harganya mencapai 30 sampai 35 ribu per tabung di kecamatan Paya Bakong, Matang Kuli, Pirak Timu, Tanah luas dan sejumlah kecamatan di Aceh Utara.

Mendengar keluhan dari Masyarakat BEM FP Unimal langsung turun ke lapangan mewawancarai langsung Masyarakat yaitu Bapak Bustaman Warga desa Rangkaya yang rumahnya di samping PHE NSB.

Bustamam juga berharap pasukan Gas Elpiji 3 Kilogram bertambah, apalagi dalam kondisi lebaran sangat banyak dibutuhkan Gas. Dan Jikapun Ada Gas ketika di Ambil di pangkalan hanya 1 Gas dikasih seharusnya 2 dengan keadaan seperti ini.

Dan BEM-FP Unimal Abdul Hamid meminta Bupati Aceh Utara, Muhammad Thaib untuk menambahkan pasukan Gas Elpiji 3 kilogram untuk masyarakat Aceh utara yang mana tahun 2018 per pangkalan mendapatkan 100 Buah Gas elpiji 3 kilogram, sekarang mereka hanya pangkalan hanya mendapatkan 60 buah.

“Dan pembak Aceh utara segera mengawasi Calo-Calo Gas Elpiji 3 kilogram yang meresahkan masyarakat setiap hari lebaran di Aceh Utara,”ujarnya.

Sementara, Ketua BEM FP Abdul Hamid menegaskan kepada Direktur PHE NSB dan PT Arun Gas untuk bertanggung jawab terkait permasalahan kekosongan Gas elpiji 3 kilogram jangan hanya mengambil hasil alam dari Aceh utara namun masyarakat tidak mendapat kesejahteraan.

BEM FP Unima juga membantah pernyataan dari Kepala seksi (Kasi) perdagangan di Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan UKM (Disperdaginkop UKM) Aceh Utara, Arman, yang mengatakan, gas tidak Langka. Hanya saja karena kebutuhan gas meningkat jelang Idul Adha.

Seharusnya jika dinas Perdagangan, Perindusrian, Koperasi dan UKM (Disperdagingbon UKM) Aceh Utara sudah mendapatkan titik permasalahan dan segera mencari solusi karena sudah menjadi tradisi di Aceh Utara setiap lebaran,”pungkas Abdul Hamid.(MR/arwan)

Bagikan:
Redaksi Metro Rakyat
PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif
https://www.metrorakyat.com