DAERAH

Sengketa Tapal Batas Desa Sukamaju dan Desa Kacinambun Akan Dimusyawarahkan

METRORAKYAT.COM, KARO – Lima tahun terakhir, setelah kawasan hutan pinus di Siosar dibuka dan dijadikan relokasi korban pengungsi Sinabung. Konflik antar desa yang merebut tapal batas bagi wilayahnya masing-masing terus bermunculan.

Seperti yang terjadi di wilayah Kecamatan Tigapanah, sengketa tapal batas Desa Kacinabun dan Desa Sukamaju terus menghangat. Bahkan, sengketa saling mengklaim kepemilikan lahan menuju Siosar antara warga Desa Sukamaju dengan Mujianto salah seorang pengusaha di Medan masih memanas.

“Sebenarnya soal tapal batas kedua desa hanya menyangkut tertib administrasi pemerintahan. Semua ada aturan dan acuannya yang menjadi mekanisme yang harus dipatuhi,”ujar Bupati Karo, Terkelin Brahmana, Rabu (11/09/2019) saat mengunjungi Desa Sukamaju, Kecamatan Tigapanah.

Bupati mengatakan, undang-undang yang mengatur soal tapal batas tertuang pada Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No. 45 tahun 2016 tentang penetapan dan penegasan tapal batas desa dan UU nomor 6 tahun 2014 tentang desa.

“Untuk permasalahan warga Desa Sukamaju dengan Mujianto akan difasilitasi Dandim 0205/TK Letkol Inf. Taufik Rijal. Mari kita semua saling berkordinasi dan bersinergi. Kedepankan kearifan lokal, sebab tidak ada masalah yang tak bisa diselesaikan”, ujar Terkelin.

Bupati menyebut, dalam skala prioritasnya akan terus menggenjot pembangunan jalan antar desa dan kecamatan. Hal ini guna meningkatkan mobilitas dan kesejahteraan masyarakat pedesaan di Kabupaten Karo. Akses jalan akan ditingkatkan untuk mempermudah distribusi hasil pertanian petani di Kabanjahe.

“Saya ingin menjadikan desa sebagai kunci utama pembangunan daerah. Oleh karena itu pemerintah desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) perlu meningkatkan kapasitasnya menetapkan skala prioritas pembangunan,”ujarnya.

Disisi lain, para Kepala Desa dengan ADD dan DD-nya harus mengutamakan kegiatan prioritas yang telah tertuang didalam APBDes. Jangan menyimpang dari apa yang telah ditetapkan masyarakatnya.

Sementara, menyangkut pembangunan infrastruktur jalan Desa Sukamaju –Simpang Desa Kabantua, Kecamatan Munte sesuai permintaan warga melalui Sekretaris Desa (Sekdes) Lidia Br Ginting. Kemungkinan akan dikerjakan diawal bulan depan karena anggarannya telah ditampung di APBD Perubahan tahun ini.

“Selebihnya akan menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) P-APBN sepanjang 3 km. Sementara usulan yang belum terealisasi akan ditampung di R-APBD induk tahun 2020 yanga sedang dibahas bersama DPRD Karo,” terangnya.

Camat Tigapanah, Data Martina Br Ginting mengatakan jika konflik-konfik yang timbul di wilayahnya sudah dilakukan sosialisasi. Warga kedua desa yang saling konflik tapal batas akan dipertemukan.

“Saya sendiri yang memfasilitasi untuk mengundang kedua pihak yang akan dihadiri Pemkab Karo. Sebenarnya jadwalnya hari ini akan diadakan pertemuan di Aula Kantor Camat. Namun ditunda jadwalnya menjadi Kamis minggu depan, karena ada kunjungan Bupati hari ini,”ujarnya.

Terpisah, salah seorang warga desa menyebutkan, tapal batas antara Desa Sukamaju dengan Desa Kacinambun diharapkan dapat disesuaikan dengan sejarah desa.
“Karena dulu leluhur kami dalam menetapkan batas wilayah desa hanya berdasarkan alam. Jadi tidak ada dokumen yang dibuat dalam bentuk surat, jadi acuannya harus berdasarkan sejarah,” ujar warga yang mengaku marga Ginting.

Pantauan wartawan, kunjungan orang nomor satu Karo ke Desa Sukamaju didampingi Kepala Bappeda Ir Nasib Sianturi, Kepala Dinas Pertanian Metehsa Karo-karo Purba, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Paksa Tarigan, Camat Tigapanah Data Martina Br Ginting, Kabag Tapem Caprilus Barus, Plt Kepala Dinas LHK Lisma Br Ginting dan turut hadir juga Kapolsek Tigapanah AKP R. Simanjorang dan Danramil Tigapanah Kapt Marno.

Disela-sela kunjungan, Kapolsek dan Danramil Tigapanah mengatakan selaku petugas yang bertugas di wilayah hukum Kecamatan Tigapanah. Mereka akan selalu kompak dan saling mendukung agar wilayahnya dapat bebas dari perjudian dan narkoba.

“Yang jelasnya narkoba merupakan salah satu musuh utama negara. Tentunya, hanya dengan komitmen dan kerja keras, sebisa mungkin akan memberantas segala bentuk penyakit masyarakat,”ujar Kapolsek yang merupakan salah satu putra daerah Karo asal Desa Sibolangit, Kecamatan Merek. (MR/Anita)

Bagikan:
Redaksi Metro Rakyat
PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif
https://www.metrorakyat.com