TNI MERAKYAT

Semarak Satria Tampilkan Sisi-sisi Humanis TNI

Program Acara Legendaris Kamera Ria yang pernah berjaya di TVRI kini muncul kembali. Kali ini, Kamera Ria mencoba tampil dengan kemasan baru, menyuguhkan sisi-sisi Humanisme Tentara Nasional Indonesia.

Warna itulah yang tampil dalam tayangan perdana “Semarak Satria” yang akan mulai tayang, Sabtu (13/7/2019) pukul 20.00 di layar Kompas TV. Seperti karakter khasnya selama ini, program acara ini tetap muncul dalam konsep hiburan.

Edisi pertama “Semarak Satria” dibuka dengan penampilan Trio Kartika membawakan lagu “Anganku Anganmu” yang pernah dipopulerkan Raisa dan Isyana Sarasvati. Trio Kartika terdiri dari dua biduan dan satu pemain saksofon. Ketiganya adalah anggota Persit Kartika Chandra Kirana (persatuan istri tentara) TNI AD, salah satunya Trisasanti Fadhilah, istri Panglima Kodam I/Bukit Barisan Mayor Jenderal TNI M.S. Fadhilah.

Diantar oleh dua pembaca acara, komika Arditya Taqwa Erwandha dan Andrea Lee, acara kemudian masuk ke sesi talkshow menghadirkan Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI M.S. Fadhilah dan Komandan Pusat Polisi Militer AD Mayjen TNI Rudi Yulianto. Pada tayangan perdana ini, Kodam I/Bukit Barisan dan Puspom TNI AD menjadi “tuan rumah” Semarak Satria karena bertepatan dengan hari ulang tahun mereka ke-69 dan ke-73.

Talkshow dibawakan dengan cair dan mengalir. Fadhilah menceritakan bagaimana suka duka memimpin 29.000 jajaran TNI Kodam I/Bukit Barisan, sementara Rudi mengungkapkan pengalamannya melakukan penegakan hukum di internal TNI AD.

Perbincangan santai ini ditutup dengan pemberian hadiah unik kepada dua pembicara, Rudi yang gemar sepak bola mendapatkan hadiah bola sepak, sementara Fadhilah mendapatkan hadiah foto cucu pertamanya yang baru berusia seminggu.

Berikutnya, tampil para penari Saman yang tak lain adalah anggota-anggota TNI AD yang kemudian dilanjutkan dengan munculnya sosok inspiratif Brigadir Jenderal TNI Kunto Arief Wibowo, Komandan Korem 032/Wirabraja. Kunto memaparkan temuannya Bios 44, ramuan dekomposer yang berfungsi untuk mengembalikan lahan tanam rusak agar produktif kembali. Sejak membuat Bios 44 tiga tahun lalu, Kunto menerapkannya di 2000an demplot di Indonesia.

Untuk menyegarkan suasana, Semarak Satria menampilkan pula penyanyi muda Ghea Indrawari dan Wahyu Selow menghibur jajaran TNI yang hadir di studio 1 Kompas TV. Setelah tokoh-tokoh TNI senior, ditampilkan pula satu tokoh anggota TNI junior berumur 22 tahun, yaitu Sersan Satu Dimas Drajad. Sebelum masuk TNI, Dimas adalah skuad penyerang andalan yang pernah memperkuat Timnas U-19 dan U-22. Bersama Timnas U-22, Dimas berhasil membawa Indonesia sebagia Juara Piala AFF U-22 tahun 2019 di Kamboja.

Dimas pemain bola yang sangat luar biasa. Sejak SD, SMP, dan SMP dia selalu tampil sebagia pemain terbaik. Bakatnya sudah terlihat sejak dahulu,” kata pelatih sepak bola Widodo C Putro yang juga dihadirkan di studio.

“Kamera Ria kami tampilkan lagi dalam bentuk barunya, ‘Semarak Satria’. Kami siapkan program acara ini selama tiga bulan. Prinsipnya, Semarak Satria akan tampil lebih segar, humanis, dan dekat dengan milenial,” kata Yogi Nugraha, Wakil Pemimpin Redaksi Kompas TV, Kamis (11/7/2019) di Jakarta.

Prinsipnya, Semarak Satria akan tampil lebih segar, humanis, dan dekat dengan milenial.

Fadhilah menambahkan, Semarak Satria menjadi konsep baru dari program acara Kamera Ria yang selama ini ditampilkan di TVRI. “Acara ini sekarang coba ditampilkan dengan konsep yang lebih kekinian sehingga lebih mudah diterima oleh generasi muda,” ujarnya.

“Hal yang ingin kita sampaikan adalah, kemanunggalan TNI dengan rakyat tetap terjaga, kecintaan rakyat terhadap TNI dan sebaliknya TNI kepada rakyat juga tetap kental, serta ketiga sebagai bentuk pertanggungjawaban TNI kepada masyarakat. Dengan konsep acara hiburan, diharapkan acara ini bisa lebih mengenalkan sisi-sisi humanis TNI kepada masyarakat,” kata Fadhilah.(MR/red-Sry)

Bagikan:
Redaksi Metro Rakyat
PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif
https://www.metrorakyat.com