DAERAH

Sebentar Lagi Kita Akan Memilih Calon Wakil Rakyat dan Bukan Memilih Orang Kaya Baru

METRORAKYAT.COM, Pelaksanaan pemilu serentak akan berlangsung pada Tanggal 17 April 2019 mendatang, kita akan memilih calon wakil rakyat untuk DPR RI, DPR I, DPR II, DPD serta calon Presiden dan Wakil Presiden yang akan mewakili dan memimpin Indonesia 5 tahun kedepan.

Untuk itu, kita harus benar-benar mengenal siapa calon wakil rakyat yang layak untuk kita pilih sebagai wakil kita di parlemen nantinya, karena banyak orang yang berlomba-lomba mendaftar jadi caleg layaknya seperti lapangan kerja baru setiap 5 tahun.

Kehadiran para legislator pilihan rakyat itu di parlemen nantinya bukan semata-mata untuk memperkaya diri dan kelompoknya, tetapi harus mampu membawa seluruh aspirasi masyarakat yang telah memilih meraka.

Tidak dapat di pungkiri jika ada anggapan setelah menjadi anggota dewan yang terhormat, meraka akan berubah status sebagai anggota dewan yang di segani serta akan menjadi Orang Kaya Baru (OKB) karena secara otomatis gaya hidup pun ikut berubah.

Imbas dari biaya politik yang mahal akibat sistem pemilihan langsung akan menjadi alasan bagi mereka untuk mengembalikan modal yang telah dikeluarkan saat pemilu lalu, karena tidak sedikit biaya yang dikeluarkan untuk memperoleh satu kursi empuk di DPR RI, DPD, DPRD I dan DPRD II.

Dibalik itu, motif untuk memperkaya diri menjadi tujuan utama mengapa orang beramai-ramai mencalonkan diri menjadi anggota legislatif dan bahkan ada yang rela melepaskan statusnya sebagai karyawan di sebuh perusahaan BUMN, swasta dan Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan alasan untuk memperjuangkan nasib dan aspirasi masyarakat.

Berdasarkan apa yang telah terjadi dewasa ini adalah dalam jangka waktu 5 tahun duduk sebagai anggota dewan mampu membeli rumah baru, mobil baru dan ada juga yang akan menambah pendamping hidup baru alias istri baru. Tentu akan sangat realistis dengan jumlah pendapatan dan tunjangan yang diterima anggota dewan.

Jika ada anggota dewan terhormat itu punya motif untuk memperkaya diri, maka masyarakat punya hak dan wajib menggugat kata perwakilan yang biasa di ucapkan oleh mereka, karena berdasarkan makna perwakilan adalah untuk mewakili konstituen atau masyarakat untuk dijembatani serta memenuhi keinginan masyarakat banyak.

Apa yang sudah terjadi pada periode yang lalu, ada sebagian anggota dewan berpenampilan seperti Orang Kaya Baru (OKB) dan justru lebih dominan memperjuangkan aspirasi kelompoknya dan partai politik tempat mereka bernaung sehingga aspirasi masyarakat hanya dianggap angin lalu.

Sedangkan masyarakat yang mereka wakili lebih cenderung berjuang sendiri untuk mendapatkan hak-haknya, karena masyarakat semakin pesimis melihat tingkah polah para OKB itu. Dan tingkat kepercayaan rakyat kepada anggota dewan sudah mencapai titik nadir.

Bagi anggota dewan yang yang punya motif untuk memperkaya diri, maka sangat masuk akal jika masyarakat hanya dihargai saat musim kampanye, ketika masa kampanye banyak caleg yang tampil sebagai pahlawan dengan mengangkat tema kemiskinan, peduli masyarakat, peduli kesehatan dan pendidikan, namun setelah terpilih mereka lupa akan semua janjinya.

Tentunya stigma negatif seperti itu bukan untuk menvonis keberadaan mereka di gedung dewan, karena banyak juga anggota dewan yang mampu melayani masyarakat serta mengakomodir seluruh aspirasi masyarakat dan tetap hidup sederhana.

Masyarakat sangat mengharapkan agar para anggota dewan baru itu dapat bekerja dengan baik serta harus sering turun kebawah untuk mendengarkan apirasi masyarakat serta berada di garda terdepan dalam membela kepentingan rakyat kecil.

Selain memperjuangkan aspirasi masyarakat kecil, masyarakat juga berharap kepada anggota legislatif itu tidak terjebak dalam kasus Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) yang biasa menjerat anggota dewan.

Ayo Kita ke TPS…

(Catatan : Abdul Halim)

Bagikan:
Redaksi Metro Rakyat
PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif
https://www.metrorakyat.com