MEGAPOLITAN PENDIDIKAN

Rajudin Sagala DPRD Medan Minta Disdik Medan Bentuk Patroli Khusus Amankan Pelajar Bolos.

MetroRakyat.com  I  MEDAN — Perilaku membolos saat ini  marak terjadi dikalangan pelajar mulai dari sekolah dasar hingga tingkat menengah dan seringkali ditemukan kasus dimana satu atau lebih dari siswanya seringkali tidak hadir saat waktu belajar mengajar tiba. Mirisnya, bukan hanya siswa  putera yang berani melakukan hal ini, namun juga hal yang sama juga dilakukan oleh siswi puteri. Ada yang melakukannya secara pribadi dan adapula yang berkelompok. Hal tersebut membuat seorang politisi sekaligus anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Medan, Rajudin Sagala berkomentar. Kepada MetroRakyat.com, Rajudin menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan Kota Medan diminta proaktif dan menjalin kerjasama dengan segenap pihak Sekolah baik swasta maupun negeri, dan Kepolisian Republik Indonesia untuk upaya menertibkan pelajar yang terlihat nongkrong saat kegiatan belajar mengajar dibeberapa sudut-sudut kota Medan, contohya di warung internet, Jumat (5/8/2016).  

Ilustrasi gambar terkait bolosnya pelajar saat kegiatan belajar mengajar di warung internet.

Kasus maraknya siswa yang membolos di hari efektif sekolah itu harus menjadi kepedulian sejumlah pihak, terutama pihak sekolah, ungkap Rajudin.  Adanya siswa yang membolos, bisa disebabkan oleh beberapa kemungkinan. “Kemungkinan pertama, gurunya tidak aktif mengajar alias absen,  sehingga muridnya keloyoran ke luar sekolah. Kemungkinan lainnya, pelaksanaan pendidikan di sekolah terkait tidak menarik, sehingga muridnya malas mengikuti pelajaran,” ucap politisi Partai Keadilan Sejahtera ini.  Rajudin  mengatakan, seharusnya sekolah mengurus siswa-siswinya tidak hanya di lingkungan sekolah. Seharusnya juga ikut mendata anak didiknya yang diketahui tidak masuk sekolah. Secepatnya menelepon orang tuanya, kemudian melacaknya jika ada informasi murid tersebut telah pamit berangkat sekolah dari rumah. “Koordinasi dengan orangtua murid harus dibangun seintens mungkin. Jika ada murid tidak masuk, cepat kontak orang tuanya. Selama ini kan guru dan kepala sekolah hanya mengurus murid di lingkungan sekolahnya, ini kurang benar. Itu bisa disebut ketidak pedulian sekolah pada anak didiknya,” kata  Rajudin. 

Rajudin pada kesempatan tersebut menyampaikan apresiasinya kepada Polresta Medan yang ikut peduli dengan program razia atau operasi kasih sayangnya. Hal tersebut menjadi bukti nyata kepolisian dalam berperan serta memajukan anak bangsa ini menjadi generasi penerus bangsa yang sukses sebagai pemimpin di masa mendatang. Rajudin menambahkan bahwa Dinas Pendidikan Kota Medan diminta membentuk team khusus untuk memburu atau melakukan penertiban terhadap para pelajar yang membolos saat kegiatan belajar mengajar. Rajudin menganggap hal tersebut penting, guna penyelamatan anak bangsa, dan penindakan yang dilakukan kepada siswa yang bolos adalah berupa peringatan dan pemanggilan kepada segenap unsur sekolah terkait dan orangtua sebagai orang penting yang berperanan mengetahui perkembangan anaknya. (MR02).
 

Bagikan: