DAERAH

Proyek Dikerjakan Asal Jadi, Sejumlah LSM Minta Penegak Hukum Periksa Kontraktor

METRORAKYAT.COM, LANGSA – Lagi – lagi lemahnya dalam pengawasan Dinas Pendidikan Kota Langsa saat pelaksanaan pekerjaan berlangsung, membuat sejumlah pengerjaan proyek SMPN 6 Kota Langsa diduga di kerjakan asal jadi oleh kontraktor.

Seperti kondisi pekerjaan Rehabilitasi Bangunan Sekolah SMPN 6 kota Langsa. Nomor kontra.15/SP/PPK/V/2019 Nilai Kontrak. Rp. 472.012.576.08.Pelaksana. CV. CAHAYA KENCANA. Pengawas. CV. TIMMUDA RAKACIPTA. Baru saja selesai di kerjakan namun kondisi atapnya bocor pada saat hujan turun air hujan merembes ke plapon sehingga di kawatirkan kondisi plapon akan cepat rusak.

Dengan proyek baru di kerjakan namun kondisi atapnya bocor di duga ini di akibatkan kurang pengawasan dari Dinas Pendidikan Kota Langsa dalam hal ini pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan ( PPTK ) membuat Kontraktor dalam pekerjaan di duga asal jadi dan asal – asalan.

Begitu juga dalam hal Pekerjaan Proyek MCK beserta Sanyantari Sekolah SMPN 6 Kota Langsa. Nomor kontrak. 06/SP/PPK – PK/V/1019. nilai Kontrak. Rp. 727.637.099.54. Pelaksana CV. DHARMA. Pengawas. PT. ACEH BEUTARI KONSULTAN.

Dalam pekerjaan proyek tersebut di kebut oleh Kontraktor di karenakan masa kontrak habis namun pekerjaan belum selesai sehingga di kerjakan sudah di luar kontrak membuat pekerjaan MCK beserta Sanyantari tidak sempurna dan diduga asal jadi dan asal – asalan.

Terpantau oleh media di lokasi pekerjaan tersebut yang di kerjakan oleh kontraktor terdapat septitank belum ada penutupnya dan lubangnya tidak di pasang batu bata di biarkan begitu saja, di samping itu juga didalam pengecetan bagunan tipis masih nampak bekas plasteran, dan juga tanah bekas korekan septitank menumpuk sudah seperti gunung di biarkan begitu saja oleh kontaktor.

Dengan kondisi sejumlah proyek yang berada di SMPN 6 Kota Langsa diduga di kerjakan asal jadi dan asal – asalan, metrorakyat.com, mencoba mengkonfirmasi Pejabat Pelaksana Teknik Kegiatan ( PPTK ),Tatang Wardana melalui handphone mengatakan akan menyurih anggotanya mencek kelokasi.

“Nanti saya suruh anggota saya mengecek kelokasi dan untuk mengetahui lebih lanjut konfirmasi aja konsultan pengawasnya,”ucap tatang Wardana selaku PPTK dinas Pendidikan Kota Langsa saat di hubungi melalui handphonenya.

Ditempat terpisah metrorakyat.com mencoba menghubungi Konsultan Pengawas sesuai dengan arahan PPTK namun saat di hubungi konsultan pengawas mengatakan sedang berada di Aceh.

Dengan kondisi sejumlah proyek yang di kerjakan oleh kontraktor di SMPN 6 kota Langsa baru di kerjakan namun dalam pekerjaan diduga asal jadi membuat sejumlah LSM angkat bicara.

Rabu ( 11/9/19 ) Ibnu Hajar SH. aktivis Persada satu menyebutkan dua proyek yang dikerjakan oleh CV. DHARMA dan CV. CAHAYA KENCANA telah menyedot anggaran Otsus milyaran rupiah tahun 2019.

Menurutnya, sejumlah proyek yang berada di SMPN 6 kota Langsa melalui Dinas Pendidikan Kota Langsa terkesan asal jadi, mengingat kondisi yang ada baru selesai di kerjakan sudah mengalami kerusakan seperti bocor dan yang lainnya. “Kami berharap agar agar penegak Hukum supaya memanggil parakontraktor yang megerjakan proyek tersebut untuk di periksa,”ungkap Ibnu Hajar SH Aktivis Persada Satu.

Ditambahkan Ketua LSM Persada Satu dengan Kondisi bangunan bocor dan yang lainya sudah pasti akan mempercepat kerusakan yang ada. Mengingat dalam pekerjaan proyek tersebut sudah menghabiskan uang Negara tentunya uang rakyat, dalam pekerjaan terkesan asal jadi penegak Hukum jangan tinggal diam penggil dan periksa kontraktor yang mengerjakan sejumlah proyek yang berada di Sekolah SMPN 6 Langsa.

Ditempat terpisah hal yang sama juga di ungkapkan, Lembaga Swadaya Masyarakat Komunitas Transpormasi Lintas Sosial ( LSM katalis Aceh ) Mustafa Adami, pihaknya sudah melakukan cross check terhadap kondisi sejumlah proyek benar adanya yang di kerjakan oleh CV. DHARMA dan CV. CAHAYA KENCANA yang berada di Sekolah SMPN 6 kota Langsa di Jalan Perumnas Gampong Paya Bujok Seulemak Kecamatan Langsa Baro Kota Langsa memang terkesan di kerjakan asal jadi dan asal – asalan.

“Oleh karena itu kami berharap kepada penegak Hukum segera panggil dan periksa sejumlah kontraktor yang mengerjakan proyek tersebut,”tegasnya. ( MR/DANTON )

Bagikan:
Redaksi Metro Rakyat
PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif
https://www.metrorakyat.com