BERITA UTAMA INTERNASIONAL

Prancis Tahan Lima Orang Pembantu Pelaku Serangan Nice

MetroRakyat.com  I  PARIS  — Pria Tunisia yang membunuh 84 orang dalam insiden berdarah di kawasan French Riviera pekan lalu disebut telah merencanakan serangan selama berbulan-bulan. Setidaknya ada lima orang, yang membantunya sebelum dia membajak truk dan menerabas ke kerumunan orang yang merayakan Bastille Day.

“Penyelidikan yang berlangsung sejak malam tanggal 14 Juli telah berkembang dan tak hanya menegaskan soal rencana pembunuhan oleh Mohamed Lahouaiej Bouhlel, tapi juga menembukan bukti ada keterlibatan pihak lain,” kata Jaksa Penuntut Umum Francois Molins, dalam keterangan persnya di Paris, Kamis (21/7).

Dilansir dari Reuters, jaksa penuntut telah memastikan ada lima orang lain yang terlibat dalam aksi berdarah itu. Kelimanya adalah pasangan Albania, seorang Tunisia dan dua pria keturunan Prancis-Tunisia. Saat ini mereka sudah ditahan untuk diinterogasi.

Agen intelijen Prancis menyebut, kelima orang tersebut tidak pernah ada dalam catatan mereka. Hanya saja, dari catatan telepon Bouhlel, petugas menemukan, ada banyak catatan panggilan dan pesan singkat yang dilakukannya.

Dia tercatat menerima pesan singkat dari seseorang, dua hari setelah terjadinya serangan kepada surat kabar Charlie Hebdo, pada Januari 2015. Pesan itu berbunyi, “Saya bukan Charlie. Saya senang mereka telah membawa prajurit Allah untuk menyelesaikan pekerjaan.”

Pasca serangan Nice itu, ISIS mengklaim bahwa aksi tersebut didalangi oleh mereka. ISIS menyebut Bouhlel sebagai salah satu tentaranya. Namun, pihak berwenang Prancis belum menemukan bukti jelas akan keterkaitan Bouhlel dengan ISIS. (cnn/mr).

Bagikan: