POLISI KITA

Polres Asahan Amankan 39 Pelajar Berencana Ikut Demo

METRORAKYAT.COM, ASAHAN – Sedikitnya Polres Asahan berhasil mengamankan 39 orang pelajar dari sekolah menengah atas (SMA) dan kejuruan berasal dari Asahan dan Kota Tanjung Balai yang berencana ikut aksi unjuk rasa, pada Jumat (27/9/2019) di Kota Kisaran.

Selain para pelajar tersebut, Polres Asahan turut mengamankan dua orang pemuda karena dianggap menjadi penyusup dan provokator saat aksi unjuk rasa yang digelar oleh mahasiswa Asahan sejak beberapa hari terakhir.

Demikian hal Hal itu dikatakan oleh Kapolres Asahan AKBP Faisal F Napitupulu Sik kepada sejumlah wartawan sembari menjelaskan para pelajar yang diamankan ini mayoritas adalah siswa yang bolos sekolah dan termakan hoax aksi unjuk rasa. 

“Jadi mereka ini ada yang bolos sekolah ada juga yang pulang sekolah aku berkumpul di satu tempat berencana ikut aksi unjuk rasa dengan mahasiswa tujuannya juga tidak jelas, kata Kapolres

Faisal juga menambahkan para pelajar ini pada umumnya tidak mengetahui ke mana tujuan mereka mereka hanya berkumpul yang termakan isu hoax yang mungkin didapat dari sosial media terkait banyaknya pelajar yang ikut terlibat dalam sejumlah aksi unjuk rasa di Ibu kota. 

Para pelajar yang telah diamankan, setelah didata kemudian dilakukan pembinaan oleh pihak Polres Asahan dan selanjutnya memanggil para guru dan orang tua siswa  untuk menjemput serta membawa pulang para pelajar ke rumah masing-masing.

Kepada para pelajar Kapolres berpesan agar tidak ikut-ikutan membuat suasana menjadi kacau apalagi mereka tidak memahami akan persoalan mengapa aksi dilakukan sehingga turun ke jalan seperti yang dilakukan oleh mahasiswa.

” Ini yang bahaya, kita harus merasakan dan melihat ini sebagai satu hal yang diwaspadai. Sebab itulah kami menyisir pelajar dari berbagai tempat di Kota Kisaran dan mendapati pelajar ini berkumpul, bahkan ada yang membawa poster berencana untuk ikut demo, ” kata Faisal.

Sementara, dua orang pemuda yang turut diamankan dan berusaha memprovokasi aksi mahasiswa, ternyata sebelumnya membuat postingan ujaran kebencian kepada polisi dan memprovokasi masyarakat agar turut serta membantu mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa. (MR/Nr)

Bagikan:
Redaksi Metro Rakyat
PT. Metro Rakyat Intermedia Situs Berita Portal online Berita Aktual & Inovatif
https://www.metrorakyat.com